Permasalahan dalam Supply Chain yang Terintegrasi


Heizer dan Render (2011:480) menyatakan ada tiga permasalahan dalam
mengembangkan rantai pasokan yang efisien dan terintegrasi:
a. Optimasi Lokal (Local Optimalization)
Anggota rantai pasokan harus memusatkan perhatian untuk
memaksimalkan keuntungan lokal atau meminimalkan biaya langsung
berdasarkan pada pengetahuan mereka yang terbatas. Sedikit kenaikan
kenaikan dan penurunan stock selalu diantisaipasi dengan berlebihan
karena perusahaan tidak ingin kekurangan stock atau kelebihan.
b. Insentif (Incentives)
Insentif memasukkan barang dagangan ke rantai pasokan untuk
penjualan yang belum terjadi. Hal ini menimbulkan fluktuasi yang mahal
bagi semua anggota rantai pasokan.
c. Lot Besar (Large Lot)
Hal ini seringkali terjadi bias yang mengarah pada lot besar karena
cenderung mengurangi biaya per unit. Manajer logistik ingin
mengirimkan lot besar terutama dengan truk yang penuh dengan muatan,
dan manajer produksi menginginkan produksi berjalan jangka panjang.
Kedua hal ini menurunkan biaya per unit, namun gagal menunjukkan
penjualan yang nyata, tetapi tidak merefleksikan nilai penjualan
sebenarnya.
Selain itu implementasi MRP membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mulai
dari internal dalam hal ini seluruh manajemen puncak dan eksternal, dalam hal ini
seluruh partner yang ada. Berikut ini merupakan hambatan-hambatan yang akan
dialami dalam implementasi MRP yang semakin menguatkan argumen bahwa
implementasi MRP memang membutuhkan dukungan berbagai pihak seperti
pada penjelasan Chopra & Meindl, 2007:
a. Incerasing Variety of Products
Sekarang konsumen seakan dimanjakan oleh produsen, hal ini kita lihat
semakin beragamnya jenis produk yang ada di pasaran. Hal ini juga kita
lihat strategi perusahan yang selalu berfokus pada konsumen (customer
oriented). Jika dahulu produsen melakukan strategi dengan melakukan
pembagian segment pada customer, maka sekarang konsumen lebih
dimanjakan lagi dengan pelemparan produk menurut keinginan setiap
individu bukan menurut keinginan segment tertentu. Banyaknya jenis
produk dan jumlah dari yang tidak menentu dari masing-masing produk
membuat produsen semakin kewalahan dalam memuaskan keinginan
dari konsumen.
b. Decreasing Product Life Cycles
Menurunnya daur hidup sebuah produk membuat perusahan semakin
kerepotan dalam mengatur strategi pasokan barang, karena untuk
mengatur pasokan barang tertentu maka perusahaan membutuhkan
waktu yang tertentu juga. Daur hidup produk diartikan sebagai umur
produk tersebut dipasaran.
c. Increasingly Demand Customer
MRP berusaha mengatur (manage) peningkatan permintaan secara
cepat, karena sekarang customer semakin menuntut pemenuhan
permintaan yang secara cepat walaupun permintaan itu sangat
mendadak dan bukan produk yang standar (customize).
d. Fragmentation of Supply Chain Ownership
Hal ini menggambarkan rantai pasok itu melibatkan banyak pihak yang
mempunyai masing-masing kepentingan, sehingga hal ini membuat
MRP semakin rumit dan kompleks.
e. Globalization
Globalisasi membuat rantai pasok semakin rumit dan kompleks karena
pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok tersebut mencakup pihak-
pihak di berbagai negara yang mungkin mempunyai lokasi diberbagai
pelosok dunia.