Pengertian Kepemimpinan


Dalam suatu organisasi, diperlukan kepemimpnan yang baik untuk
mencapai tujuan organisasi. Kemajuan organisasi dipengaruhi oleh
manajemen manajer dalam pengelolaan sumber daya manusia yang ada,
karena manajer tidak dapat melakukan pekerjaan sendiri, tetapi dengan
meminta bantuan orang lain dngan memberikan tugas atau mendelegasi
kepada orang lain, termasuk bawahannya.
Kepemimpinan akan sukses jika dia memiliki sifat, fisik dan
kepribadian yang baik. Kepemimpinan juga harus memiliki sifat yang
percaya diri, berani bersaing, loyalitas tinggi, hubungan internasional yang
baik, tidak mementingkan diri sendiri adil, integritas, dan lain sebagainya.
Menurut Ri’ayah (2019) merupakan suatu proses mempengaruhi orang lain
agar melakukan pekerjaan sesuai dengan tujuan yang dihadapi.
Kepemimpinan terjadi Ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi
atau kompetensi orang lain dalam kelompoknya tersebut. Ayu Widiyanti
Johannes (2020) pemimpin adalah seorang yang memimpin dengan jalan
memperkasai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan,
mengorganisir atau mengontrol usaha/Upaya orang lain, dan kewajiban
bersama dengan bawahn. Kepemimpinan merupakan setiap perbuatan yang
dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan meberi
arahan kepada individu atau kelompok yang tergabung di dalam wadah
tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Organisasi atau kelompok membutuhkan seorang pemimpin yang
membantu mengarahkan pemimpin membantu mengarahkan anggota dalam
mencapai tujuan. Teori kepemimpinan sangat berguna dalam hal ini
diterapkan karena memang kepemimpinan memegang peran penting, jiwa
kepemimpinan merupakan bagian dari kepemmpinan. Kepemimpinan
memegang peran penting, dominan, krusial, dan kritikal yang terdapat
keseluruhan sebagai upaya peningkatan prestasi kerja hal ini menyasar
baik individu maupun organisasi. Menurut Udik Budi Wibiwo teori
kepemimpinan dapat dikaji dari tiga sudut pandang, yakni: (1) pendekatan
sifat, atau karakteristik bawaan lahir, atau traits approach; (2) pendekatan
gaya atau tindakan dalam dalam memimpin, atau style approach; dan (3)
pendekatan kontingensi atau contingency approach. Pada perkembanga
selanjutnya, focus kajian lebih banyak pada cara-cara menjadi pemimpin
yang efektif, termasuk dengan mengembangkan kesadaran tentang kapasitas
spiritual untuk menjadi pemimpin profesional dan bermoral.
Kepemimpinan merupakan gaya yang digunakan oleh seorang
pemimpin untuk memimin organisasi dengan menggunakan sumber daya
yang ada dalam organisasi untuk mencapain tujuan organisasi Andi Sukma
Hanafi (2018). Dengan demikian, nilai harus menjadi dasar bagi pemimpin
untuk menjalankan tugasnya sehingga menjadi kunci utama keberhasilan
suatu organisasi menuju cita-cita bersama, menurut Nur Hazizah (2023)
keberhasilan kepemimpinan adalah faktor dari Upaya dsan Kerjasama dari
seluruh pangkat organisasi.
Dalam kaitannya dengan konsep kepemimpinan, salah satu fungsi
fungsi kepemimpinan adalah fungsi partisifasif, dengan adanya fungsi ini
di harapkan membangun komunikasi yang baik agar pencapaian kinerja
dan disiplin pengurus organisasi dapat meningkat dan organisasi dapat
berjalan dengan baik. Salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja adalah
menerapkan konsep kepemimpinan berbasis nilai sosial dan komunikasi
interpersonal karena dipandang bahwa terciptanya kinerja pengurus
organisasi memerlukan sebuah pemahaman pentingnya kesadaran diri dalam
mengemban suatu amanah yang terkansung dalam nilai-nilai sosial.
Menurut Wendy sepmoday (2020) kepemimpinan merupakan
kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok serta
kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok. Hubungan
dan kerja tim serta dukungan dan kerjasama dari orang-orang di luar kelompok
atau birokrasi. Menurut Hersey & Blanchard (1982:99), kepemimpinan adalah
proses yang mempengaruhi tindakan seseorang atau sekelompok orang untuk
mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Kouzes (2004:25), menurut Kouzes,
seseorang tidak dapat menjadi manajer tanpa kredibilitas, karena dengan
kredibilitas pemimpin mendapatkan kepercayaan dan keyakinan. Kredibilitas
berasal dari masa lalu dan terkait dengan reputasi, sedangkan reputasi menurut
Kouzes terkait dengan jaminan manusia akan masa lalu yang baik.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa suatu keahlian
atau kemampuan seseorang untuk mempegaruhu orang lain, bawahan atau
kelompok, untuk memiliki keahlian atau keahlian khusus dalam bidang
yang diinginkan kelompok, bertujuan untuk mencaoai tujuan. Tujuan yang
diinginkan dari organisasi atau kelompok.