Definisi Konflik


Konflik harus dirasakan oleh pihak yang terlibat, apakah konflik itu ada
atau tidak ada merupakan persoalan persepsi. Jika tidak ada yang menyadari
adanya konflik, secara umum lalu disepakati konflik tidak ada. Kesamaan dari
definisi-definisi tersebut adalah adanya pertentangan atau ketidakselarasan dan
bentuk-bentuk interaksi. Beberapa faktor ini menjadi kondisi yang merupakan
titik awal proses konflik (Robins & Judge, 2013). Berikut ini adalah beberapa
definisi konflik menurut para ahli yang telah dikumpulkan oleh Wirawan (2010) :

  1. Joce L. Hocker & William W. Wilmot (1985)
    Perjuangan yang diekspresikan antara setidaknya dua pihak yang saling
    bergantung yang merasakan tujuan yang tidak kompatibel, imbalan yang
    langka, dan campur tangan dari pihak lain dalam mencapai tujuan mereka.
  2. Stephen P. Robbins (1990)
    Kami mendefinisikan konflik sebagai suatu proses di mana suatu usaha
    sengaja dibuat oleh A untuk mengimbangi upaya B dengan cara yang sama
    dari pemblokiran yang akan menghasilkan ‘frustrasi B’ dalam mencapai
    tujuannya atau memajukan kepentingannya.
  3. Gareth R. Jones (1995)
    Konflik organisasi adalah bentrokan yang terjadi ketika perilaku yang
    diarahkan pada tujuan dari satu blok atau menghalangi tujuan yang lain.
  4. Daniel Dana (2001)
    Konflik di tempat kerja: Kondisi di antara pekerja yang pekerjaannya saling
    bergantung, yang merasa marah, yang menganggap pihak lain salah, dan
    bertindak dengan cara yang menyebabkan masalah bisnis.
  5. J. Frost & W. Wilmot (1978)
    Konflik adalah interaksi antara orang-orang yang saling bergantung yang
    merasakan tujuan yang tidak kompatibel dan gangguan dari satu sama lain
    dalam mencapai tujuan tersebut.
  6. Krik Blackard & James W, Gibson (2003)
    Konflik tempat kerja adalah proses dinamis yang mencerminkan interaksi dua
    atau lebih interaksi yang memiliki pihak yang sama tingkat perbedaan atau
    ketidakcocokan antara mereka.
    Definisi yang dikemukakan para ahli tersebut tampak berbeda, walaupun
    intinya sama, karena mereka mendefinisikan konflik dari perspektif yang berbeda.
    Wirawan (2010), mendefinisikan konflik dari perspektif konflik interpersonal atau
    konflik yang terjadi dalam suatu organisasi. Konflik adalah proses pertentangan
    yang diekspresikan di antara dua pihak atau lebih yang saling tergantung
    mengenai objek konflik, menggunakan pola perilaku dan interaksi konflik yang
    menghasilkan keluaran konflik. Konflik secara luas dilihat sebagai keadaan yang
    muncul yang berevolusi dari interaksi anggota tim (Marks, et al., 2001; Curseu,
    2006; dalam Stark, et al., 2014)