Menurut Heizer dan Render (2009) tujuan dari strategi tata letak adalah :
“Untuk membangun tata letak yang ekonomis yang memenuhi kebutuhan
persaingan perusahaan”.
Sedangkan tujuan penerapan layout menurut Sritomo Wignjosoebroto (2009),
secara garis besar
“Tujuan utama dari tata letak pebrik ialah mengatur area kerja dan segala
fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi yang aman dan
nyaman sehingga akan dapat menaikan moral kerja dan performance dari operator”.
Adapun tujuan yang harus dicapai dengan menyusun layout yang baik menurut
Sofjan Assauri (2004) antara lain adalah:
- Mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga
mengurangi material handling. - Memperhatikan frekuensi arus pekerjaan.
- Memungkinkan ruangan gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk
dapat direparasi dengan mudah. - Mengurangi ongkos produksi, karena cost ditekan seminimum mungkin.
- Mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin.
- Memberikan hasil produksi yang baik.
- Memberikan service yang baik bagi konsumen.
- Mengurangi capital investment.
- Mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan
perubahan. - Memperbaiki moral si pekerja.
- Dapat mengurangi working sehingga minimum.
- Mengusahakan penggunaan yang lebih efesien dari ruangan/lantai baik dalam
arah horizontal maupun dalam arah vertical. - Mengurangi delays (kelambatan/stopped) dalam pekerjaan.
- Dapat mengadakan pengawasa yang lebih baik.
- Maintenance lebih mudah dilakukan.
- Mengurangi manufacturing cycles (waktu produksi).
- Penggunaan equitment dan fasilitas yang baik dalam pabrik.
