Faktor – faktor Pertimbangan Perencanaan Plant Layout


Dalam menyusun plant layout yang baik, perlu diketahui faktor – faktor yang
harus dipertimbangkan. Adapun faktor – faktor tersebut menurut Sofjan Assauri
(2004) adalah sebagai berikut:

  1. Produk yang dihasilkan.
    Mengenai produk yang dihasilkan ini perlu diperhatikan:
    a. Besar dan berat produk tersebut apabila produknya besar dan berat maka
    memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang
    di lantai, sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan apabila
    produknya kecil dan ringan, handling akan lebih mudah dan ruangan
    bergeraknya tidak terlalu besar.
    b. Sifat dari produk tersebut yaitu apakan mudah pecah atau tidak, mudah
    rusak atau tahan lama.
  2. Urutan produksinya.
    Faktor ini penting terutama bagi product layout. Karena product layout
    penyusunannya didasarkan pada urutan – urutan produksinya (Operation
    Sequence).
  3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (Special Requirement).
    Dalam hal ini diperhatikan luas ruangan pabrik.
  4. Peralatan/mesin-mesin itu sendiri. Apakah mesin – mesinnya berat, apabila
    berat maka diperlukan lantai yang lebih kokoh.
  5. Maintenance dan Replacement. Mesin – mesin harus ditempatkan sedemikian
    rupa sehingga maintenance-nya mudah dilakukan dan replacement-nya juga
    mudah.
  6. Adanya keseimbangan kapasitas (Balance Capacity). Keseimbangan kapasitas
    harus diperhatikan terutama dalam product layout, karena mesin – mesin
    diatur menurut urutan – urutan (sequence) prosesnya.
  7. Minimum movement. Dengan gerak yang sedikit, maka biayanya (cost) akan
    lebih rendah.
  8. Aliran (flow) dari material. Flow ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus
    yang harus diikuti oleh produknya pada waktu dia dibuat, gambar mana yang
    sangat penting bagi perencanaan lantai, atau ruangan pabrik (floor plan).
  9. Employee area. Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas, sehingga
    tidak mengganggu keselamatan dan kesehatannya serta kelancaran produksi.
  10. Service area (seperti cafeteria, toilet, tempat isitirahat, tempat parikir mobil,
    dan sebagainya). Service area diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan
    tempat kerja dimana sangat dibutuhkan.
  11. Waiting area yaitu untuk mencapai flow material yang optimum, maka harus
    diperhatikan tempat – tempat dimana kita harus menyimpan barang – barang
    di saat menunggu proses selanjutnya.
  12. Plant climate, udara dalam pabrik harus diatur, yaitu harus sesuai dengan
    keadaan produk dan buruh, jangan terlalu panas, jangan terlalu dingin, dan
    juga jangan merusak kesahatan buruh.
  13. Flexibility, perubahan – perubahan dari produk atau proses/mesin – mesin dan
    sebagainya hamper tidak dapat dihindarkan, karena sesuai dengan
    perkembangan teknologi dan perubahan – perubahan kecil yang terjadi tidak
    memerlukan biaya yang tinggi.