Palan (2007) Membagi istilah kompetensi dalam dua istilah yaitu kompetensi (competency) sebagai deskripsi mengenai perilaku dan kecakapan (competence) yang merupakan deskripsi tugas atau pekerjaan. Spencer dan Spencer dalam Palan (2007) menjelaskan bahwa ada 5 (lima ) karakteristik yang membentuk kompetensi sesorang yaitu :
- Faktor luar yang meliputi masalah teknis administratif proses kewirausahaan serta sistem.
- Keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang individu untuk melakukan suatu kegiatan.
- Nilai-nilai, merujuk pada sikap nilai-nilai serta citra diri seseorang misalnya kepercayaan seseorang bahwa dia dapat berhasil meskipun dalam situasi yang sulit.
- Karakteristik pribadi yaitu terkait pada karakteristik fisik serta konsistensi tanggapan terhadap situasi maupun Informasi seperti pengendalian diri dan kemampuan untuk tetap tenang saat berada di bawah tekanan.
- Motif ialah emosi, Hasrat, kebutuhan psikologis maupun kendaraan lain yang memicu tindakan.
Spencer dan Spencer (1993) menggolongkan kompetensi dalam blok yaitu:
- Kompetensi ambang (threshold competencies), ialah kriteria minimal dan esensial yang diperlukan dari sebuah jabatan dan harus dapat dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan tersebut agar dapat menjalankan pekerjaan tersebut secara efektif.
- kompetensi pembeda kriteria yang membedakan antara individu yang selalu mencapai hasil kerja Superior dan individu yang hasil kerjanya standar saja.
Lebih lanjut Spencer dan Spencer (1993) membagi kompetensi menjadi :
- Kompetensi intelektual,
Kompetensi intelektual adalah karakter sikap dan perilaku atau kemauan dan kemampuan intelektual individu (dapat berupa pengetahuan, keterampilan, pemahaman profesional, pemahamankontekstual, dan lain-lain) yang bersifat relatif stabil ketika menghadapi permasalahan di tempat kerja, yang dibentuk dari sinergi antara watak konsep diri,motivasi internal, serta kapasitas pengetahuan kontekstual.
- Kompetensi emosional,
Kompetensi emosional adalah karakter sikap dan perilaku atau kemauan dan kemampuan untuk menguasai diri dan memahami lingkungan secara objektif sehingga pola emosinya relatif stabil ketika menghadapi berbagai permasalahan di tempat kerja.
- Kompetensi sosial.
Kompetensi sosial adalah karakter sikap dan perilaku atau kemauan untuk membangun simpul-simpul kerjasama dengan orang lain ketika menghadapi permasalahan di tempat kerja
