Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

Menurut Halim akuntansi adalah suatu sistem yaitu suatu kesatuan yang terdiri atas subsistem-subsistem atau kesatuan lebih kecil yang saling berhubungan dengan mempunyai tujuan tertentu. Suatu sistem mengelola input (masukan) menjadi output (keluar). Input sistem akuntansi adalah bukti-bukti trasnsaksi dalam bentuk dokumen, formulir. Output adalah laporan keuangan. Dalam proses akuntansi terdapat beberapa catatan yang dibuat yaitu jurnal buku besar dan buku pembantu.[1]

Sistem akuntasi keuangan daerah memiliki contoh: input berupa bukti memorial surat tanda setoran, dan surat perintah pencairan dana. Proses sistem akuntansi keuangan daerah dilakukan dengan digunakan catatan seperti buku jurnal penerimaan kas, buku jurnal pengeluaran kas, buku besar dan buku pembantu.Output sistem akuntansi keungan daerah berupa laporan keuangan yang meliputi laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangn.


[1] Halim, Abdul 2007, Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi  Ketiga , Salemba Empat Jakarta, hal 51-52