Gejala Stres


Gejala stres juga diungkapkan oleh Robbins dan Timothy didalam
(Munandar, 2014) tentang gejala stres meliputi hal-hal sebagai berikut:
A. Gejala Fisiologis
Stres dapat menyebabkan perubahan metabolisme, meningkatkan
denyut jantung dan laju pernapasan serta tekanan darah, menyebabkan sakit
kepala dan menyebabkan serangan jantung.
B. Gejala Psikologis
Stres bermanifestasi sebagai keadaan psikologis seperti ketegangan,
kecemasan, lekas marah, kebosanan dan penundaan.
C. Gejala perilaku
Gejala perilaku stres meliputi penurunan produktivitas kerja,
ketidakhadiran dan perputaran karyawan, serta perubahan kebiasaan makan,
peningkatan konsumsi rokok atau alkohol, bicara cepat dan gelisah serta
gangguan tidur.
Everly dan Girdano dalam (Munandar, 2014) mengatakan bahwa gejala stres
mempengaruhi mood (suasana hati), otot rangka (muskuloskeletal) dan organ tubuh
tulang dalam.
Gejala stres meliputi:
A. Ciri-ciri suasana hati (mood)
a. Overexcited.
b. Cemas.
c. Merasa tidak pasti.
d. Sulit tidur pada malam hari (somnabulisme).
e. Mudah bingung dan lupa.
f. Merasa sangat tidak-enak (uncomfortable), gelisah (ill at ease) dan gugup
(nervouse).
B. Ciri-ciri otot kerangka (musculoskeletal)
a. Jari-jari dan tangan gemetar.
b. Sulit untuk dapat duduk diam atau berdiri di tempat.
c. Mengembangkan tic (gerakan tidak sengaja).
d. Kepala mulai sakit.
e. Merasa otot menjadi tegang atau kaku.
f. Menganggap jika berbicara.
g. Leher menjadi kaku.
C. Ciri-ciri organ-organ dalam badan (vesceral)
a. Perut terganggu.
b. Merasa jantung berdebar.
c. Banyak berkeringat.
d. Tangan berkeringat.
e. Merasa kepala ringan atau akan pingsan.
f. Mengalami kedinginan (cold chills).
g. Wajah menjadi panas.
h. Mulut menjadi kering.
i. Mendengar bunyi berdering dalam kuping.
j. Mengalami rasa akan tenggelam dalam perut (sinking filling)