Menurut Cousins et al. dalam (Lisnawati, 2019) terdapat tujuh dimensi utama
indikator stres kerja yaitu :
A. Pengawasan mengacu pada sejauh mana perusahaan mengawasi karyawannya.
B. Dukungan teman sebaya adalah sejauh mana rekan kerja memberikan dukungan
profesional.
C. Dukungan supervisor mengacu pada sejauh mana manajemen perusahaan
mendukung karyawan dalam bentuk penghargaan atau masalah lainnya.
D. Relasi merujuk pada hubungan-hubungan yang ada dalam suatu organisasi atau
perusahaan, baik antara karyawan maupun atasan, seperti kerjasama, atasan,
tidak memahami instruksi, sulit berkonsentrasi dan kurang fit karena terlalu
lama bekerja.
E. Peran dalam hal ini, karyawan memahami peran mereka dalam organisasi dan
organisasi memastikan bahwa mereka tidak memiliki peran yang saling
bertentangan.
F. Perubahan adalah secara organisasi mengelola dan mengkomunikasikan
perubahan yang terjadi.
G. Persyaratan kesesuaian, yang mencakup hal-hal seperti beban kerja, kebiasaan
kerja dan lingkungan kerja.
Efisiensi seorang karyawan diketahui sejauh kemampuan karyawan tersebut
untuk melakukan tugas yang diberikan kepadanya. Model stres kerja yang menjadi
indikator stres kerja adalah sebagai berikut:
A. Beban kerja yang diukur dengan persepsi responden terhadap beban kerja yang
berlebihan.
B. Sikap manajer diukur dari persepsi responden terhadap sikap manajer yang
tidak adil saat memberikan tugas.
C. Jam kerja diukur dari persepsi responden terhadap jam kerja yang berlebihan.
D. Konflik yang diukur dari keinginan responden untuk terus belajar mencapai visi
bersama (Buulolo, 2021)
