Komunikasi downward pada dasarnya adalah suatu komunikasi manajerial ke
bawah yang perhatian utamanya adalah membawa informasi melalui kelompok
manajemen dan kepada kelompok operatif (Pace & Faules 2006: 185).
Komunikasi downward digunakan untuk mengarahkan kerja para bawahan
dalam menjalankan suatu tugas atau pekerjaan mereka. Komunikasi kebawah
terjadi ketika atasan/penyelia mengirimkan pesan kepada salah satu atau
sekelompok bawahan
Barret (2008:2) mengatakan bahwa seorang pimpinan yang dapat berkomunikasi
dengan efektif akan menghasilkan kepemimpinan yang efektif pula. Oleh sebab
itu dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah bagian penting dari faktor-faktor
pendukung kepemimpinan. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang
melibatkan seseorang untuk mempengaruhi orang lain. Komunikasi yang terjadi
adalah komunikasi vertikal dari atas (pimpinan) ke bawah (karyawan) yang
dalam penelitian ini akan diistilahkan dengan komunikasi downward.
Kepemimpinan yang bersifat transformasional dituntut untuk memberi kekuatan
motivasi di dalamnya sehingga orang tersebut dengan penuh semangat akan
berupaya menuju sasarannya.
Komunikasi downward yang bersifat transformasional akan menjadi pendukung
kepemimpinan yang konten didalamnya terkandung fungsi kontrol dengan
tujuan memberikan pesan dari pemimpin yang akan berpengaruh pada
seseorang, kelompok, organisasi,atau suatu komunitas. Oleh sebab itu dapat
dikatakan keterampilan dari komunikasi seorang pemimpin merupakan sumber
untuk mengatasi gangguan, membuat dan menyampaikan pesan, memberi
petunjuk, arahan, motivasi dan inspirasi bagi seseorang untuk bertindak.
Dalam organisasi, komunikasi kepemimpinan adalah strategi komunikasi yang
digunakan oleh pemimpin dalam menjalankan peran dan tugas formal pemimpin
dalam organisasi. Tugas formal ini termasuk memberi arahan, penjelasan,
memberi petunjuk, teguran dan nasihat yang berhubungan dengan sesama
anggota kelompok, penyelesaian masalah hingga pembuatan keputusan.
