Kepuasan komunikasi downward diharapkan mengarah pada suatu peningkatan
kinerja karyawan. Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak
dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan adalah ukuran dari seberapa banyak
mereka memberi kontribusi kepada organisasi, dalam hal ini perusahaan tempatnya
bekerja. Perbaikan kinerja baik untuk individu maupun kelompok menjadi pusat
perhatian dalam upaya meningkatkan performa organisasi secara umum (Mathis
dan Jackson, 2002:78).
Secara leksikal sebagaimana terdapat di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kinerja
diartikan sebagai hal yang dicapai, atau prestasi kerja yang terlihat. Karena terlihat
dalam kehidupan organisasi, maka kinerja adalah sesuatu yang dapat diukur.
Hasibuan (2006: 108) berpendapat bahwa ukuran ini adalah ukuran dari seberapa
banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi tempatnya bekerja. Hasil
dari kontribusi ini yang dinamakan dengan kinerja.
Lebih lanjut mengenai kinerja, Mangkunegara dalam Puspasari (2014: 28)
berpendapat bahwa kinerja adalah hasil dari sebuah pekerjaan secara kualitas dan
secara kuantitas yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya
