Jenis -Jenis Gaya Kepemimpinan

Menurut Siagian (2016:37) jenis-jenis gaya kepemimpinan tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Gaya Kepemimpinan Otoraktik
Dilihat dari segi persepsinya, gaya kepemimpinan otokratik adalah gaya
kepemimpinan seorang pemimpin yang egois. Egonya yang sangat besar
menumbuh kembangkan persepsi bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan
pribadinya dan oleh karaena itu organisasi diperlakukan sebagai alat untuk
mencapai tujuan pribadinya. Dengan demikian, seorang pemimpin yang otokratik
dalam praktik akan memiliki ciri atau menggunakan gaya kepemimpinan yang:

  1. Menuntut ketaatan penuh dari para bawahan;
  2. Dalam menegakkan disiplin menunjukkan kekuatan;
  3. Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi;
  4. Menggunakan pendekatan punitif dalam hal terjadinya penyimpangan oleh
    bawahan.
    b. Gaya Kepemimpinan Demokratis
    Kepemimpinan demokratis adalah pemimpin yang sebelum membuat
    keputusan memperhitungkan masukan-masukan yang diterima dari orang yang
    dipimpinnya. Masa yang dipimpin dapat menyuarakan pendapat mereka secara
    bebas. Dengan masukan yang diberikan, pemimpin dapat melihat masalah dari sisi
    yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan
    masalah yang sebenarnya. Selain itu, dengan mendengarkan masukan-masukan
    dari orang yang dipimpinnya, pemecahan masalah dirasa sebagai usaha bersama
    sehingga memperkuat kerja sama tim antara pemimpin dan orang yang
    dipimpinnya.
    c. Gaya Kepemimpinan Kharismatik
    Gaya kepemimpinan karismatik adalah gaya kepemimpinan yang dilakukan
    dengan cara menonjolkan karisma atau citra dari pemimpinnya sendiri. Tidak
    banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria
    kepemimpinan yang kharismatik, akan tetapi pemimpin yang karismatik adalah
    pemimpin yang dikagumi oleh banyak pengikut, meskipun para pengikut tersebut
    tidak selalu dapat menjelaskan secara konkrit mengapa pemimpin itu dikagumi.
    Gaya kepemimpinan karismatik ini amatlah berkaitan dengan self-branding
    yang dilakukan oleh seseorang. Contohnya adalah bagaimana Elon Musk
    menggunakan self-brandingnya sendiri baik untuk kepentingan kepemimpinannya
    maupun mendapatkan eksposur luar biasa besar dari publik terhadap perusahaan
    atau produk yang dibangunnya.
    d. Gaya Kepemimpinan Transaksional
    Kepemimpinan transaksional akan memberi imbalan (reward), jika tim
    yang dipimpinnya berhasil mengerjakan pekerjaan engan kualitas yang memuaskan
    dan sesuai dengan target dan arahan. Imbalan bisa berupa insentif tambahan,
    makanan, atau uang untuk memotivasi tim yang dipimpinnya. Namun untuk
    diketahui bahwa imbalan atau reward bukanlah cara yang tepat untuk menjaga
    motivasi kerja tim secara konsisten. Imbalan sebaiknya diberikan jika tim yang
    dipimpin mengerjakan proyek besar atau ada pekerjaan tambahan sebagai bentuk
    apresiasi. Pemberian imbalan pada kasus – kasus tersebut membuat tim yang kamu
    pimpin merasa diapresiasi dalam melaksanakan kerja atau tidak beranggapan kamu
    melakukan eksploitasi.
    e. Gaya Kepemimpinan Delegatif
    Kepemimpinan delegatif adalah gaya kepemimpinan dimana seorang
    pemimpin memberikan otoritas kepada tim yang dipimpinnya dalam
    menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya. Meski gaya kepemimpinan ini dapat
    meningkatkan kepercayaan dan kerja sama antara anggota tim dan pemimpinnya,
    namun diperlukan pengawasan agar tidak terjadi kebablasan kebebasan. Cara
    memimpin seperti ini umumnya dapat ditemukan pada perusaahaan start-up yang
    masih berkembang dan masih membangun budaya kerja yang dirasa sesuai dengan
    visi dan misi yang ingin dibangun.
  5. Sifat – Sifat Kepemimpinan
    Menurut Handoko (2016) mengemukakan enam sifat kepemimpinan yaitu :
  6. Kemampuan
    Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (Supervisory ability) atau
    pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen.
  7. Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan
    Hal tersebut mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses.
  8. Kecerdasan
    Kecerdasan mencakup kebijakan, pemikiran kreatif dan daya pikir.
  9. Ketegasan
    Ketegasan atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan
    memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.
  10. Kepercayaan diri
    Pandangan terhadap dirinya tentang kemampuan untuk menghadapi masalah