Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Kepuasan Kerja


Menurut penelitian Roostyowati et al., (2017) menunjukkan adanya
hubungan gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di Rumah
semakin baik gaya kepemimpinan kepala ruang, maka akan memberikan kepuasan
kerja yang semakin tinggi. Responden yang mendapat gaya kepemimpinan
demokratis merasa puas di seluruh indikator kepuasan kerja.
Menurut penelitian Amin & Maryati, (2019) menunjukkan Gaya
kepemimpinan transformasional akan memberikan kepuasan intrinsik bagi perawat
jika seorang pemimpin dapat memberikan inspirasional motivation dan intelektual
stimulation, memotivasi bawahan dengan cara memperjelas peran pada tugas
mereka akan memberikan kepuasan bagi perawat.
Menurut penelitian Hilda et al., (2014) menunjukkan bahwa ada hubungan
positif antara gaya kepemimpinan kepala ruang rawat inap dengan kepuasan kerja
perawat pelak- sana. Gaya kepemimpinan yang berorien- tasi pada tugas dengan
indikator memberi arahan dan petunjuk dalam melakukan pekerjaan merupakan hal
yang penting untuk meningkatkan kepuasan kerja.
Menurut penelitian Kaban & Rafika, (2018) menunjukkan bahwa ada
hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kepuasan kerja
perawat pelaksana. Gaya kepemimpinan yang paling banyak diungkapkan
responden adalah gaya kepemimpinan demokratis, semakin baik gaya
kepemimpinan demokratis maka semakin tinggi produktivitas (kinerja) pegawai.
Menurut penelitian Albagawi, (2019) menunjukkan bahwa ada hubungan
antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan staf Perawat di Pemerintahan Ha’il
Rumah Sakit. Gaya kepemimpinan transformasional menunjukan nilai kepuasan
staf perawat yang tertinggi.
Menurut penelitian Rumondor et al., (2019) ada hubungan yang signifikan
antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat. Gaya
kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan bebas tinda