Perilaku Konsumen


Kotler dan Keller (2016), perilaku konsumen yaitu sebagai studi tentang
bagaimana tindakan individu, organisasi, dan kelompok dalam mebeli,
memilih, dan menggunakan ide, produk, maupun jasa dalam memuaskan
kebutuhan dan keinginan pelanggan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal
yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Ketika
memutuskan akan membeli suatu barang atau produk, konsumen selalu
memikirkan terleibh dahulu barang yang akan dibeli. Mulai dari harga,
kualitas, fungsi, atau kegunaan barang tersebut, dan lain sebagainya. Kegiatan
memikirkan, mempertimbangkan, dan mempertanyakan barang sebelum
membeli merupakan atau termasuk dalam perilaku konsumen. Fokus dari
perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk
menggunakan sumber daya mereka yang etlah tersedia untuk mengkonsumsi
suatu barang.
Menurut Kotler dan Keller (2016) perilaku konsumen menggambarkan
suatu proses yang berkesinambungan, dimulai dari ketika konsumen belum
melakukan pembelian, saat melakukan pembelian, dan setelah pembelian
terjadi sehingga hubungan antara satu tahap dengan tahapan lainnya
menggambarkan pendekatan proses pembuatan keputusan oleh konsumen.
Assael (2014) mengungkapkan bahwa ketika konsumen membuat suatu
keputusan, maka mereka juga akan melakukan evaluasi pasca pembelian
berupa feedback yang dapat dimanfaatkan para pemasarn sebagai
dasarpenyusunan strategi pemasaran. Seluruh aktivitas tersebut dipelajari oleh
para pemasar untuk mengetahui alas an pelanggan memilih salah satu merek
diantara sejumlah alternatif merek serupa yang ada di pasaran. Dengan
demikian, informasi yang dikumpulkan tersebut akan membantu manajemen
dalam memformulasikan Kembali strategi pemasarn yang elbih mendekati
kebutuhan pelanggannya (Schiffman dan Kanuk, 2014)