Perasaan stres kerja yang dialami oleh individu pastinya akan mengeluarkan
tanda atau gejala-gejala yang menyebabkan individu sedang mengalami stres kerja.
Menurut Amanda, et al., (2021), mengungkapkan dari beberapa hasil kajian ulang
berkaitan dengan kasus stres kerja dapat disimpulkan bahwa ada tiga jenis gejala
stress kerja pada individu, yaitu:
- Gejala psikologis
Gejala psikologis yang timbul dari akibat stress kerja yang durasakan oleh
individu meliputi:
a. Kecemasan, mudah tersinggung dan mengalami kebingungan
b. Frustrasi, meliputi dendam atau kebencian dan rasa amarah yang tinggi
c. Komunkasi yang terjalin tidak efektif dan menurunnya rasa kepercayaan diri
d. Muncul rasa bosan dan ketidakpuasan bekerja
e. Kehilangan konsentrasi, kelelahan dan penurunan kemampuan seseorang untuk
belajar dan mengambil keputusan - Gejala fisiologis
Gejala fisiologis yang muncul akibat dari stres kerja diantaranya:
a. Meningkatnya sekresi dan hormon stres (contoh: adrenalin dan non
adrenalin)
b. Kelelahan fisik dan kemungkinan mengalami sindrom kelelahan
yang kronis
c. Mengalami sakit kepala, mengakibatkan ketegangan otot dan sakit pada punggung
bagian bawah
d. Gangguan tidur dan rusaknya fungsi imun tubuh, termasuk risiko tinggi
kemungkinan terkena kanker. - Gejala perilaku
Gejala-gejala perilaku individu yang mengalami stres kerja adalah:
a. Sering menunda pekerjaan, absen dari pekerjaan dan menghindari pekerjaan
b. Semakin menurunnya produktivitas dan prestasi kerja
c. Munculnya keinginan untuk melakukan sesuatu yang tidak wajar seperti perilaku
sabotase dalam pekerjaan
d. Kecenderungan untuk berperilaku beresiko tinggi, seperti bunuh diri, melakukan
pekerjaan dengan tidak hati-hati.
