Menurut Setiadi (2010: 29-30) Metode dan Bentuk Pemberian Motivasi
yaitu :
a. Metode Pemberian Motivasi Metode atau cara yang digunakan perusahaan
dalam pemberian motivasi Terdiri atas:
- Metode Langsung (Direct Motivation)
Motivasi langsung adalah motivasi (material ataupun non material) yang
diberikan secara langsung kepada setiap konsumen untuk memenuhi kebutuhan
serta kepuasannya. Hal ini sifatnya khusus, seperti bonus, tunjangan, penghargaan
terhadap pelanggan, dan lain-lain. - Metode Tidak Langsung (Indirect Motivation)
Metode tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan
fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah konsumen untuk melakukan
pembelian. Seperti pelayanan yang memuaskan, kualitas barang ditingkatkan, dan
lain sebagainya. - Motivasi Positif (Insentif Positif)
Didalam motivasi positif produsen tidak saja memberikan dalam bentuk
sejumlah uang tapi juga memotivasi (merangsang konsumen) dengan memberikan
diskon, hadiah, pelayanan yang optimum yang ditunjukkan pada diferensiasi dan
positioning yang dilakukan kepada mereka yang melakukan pembelian dan yang
akan melakukan pembelian. - Motivasi Negatif (Insentif Negatif)
Didalam motivasi negatif produsen memotivasi konsumen dengan standar
pembelian, maka mereka akan mendapatkan ganjaran. Dengan motivasi negatif ini
semangat konsumen dalam jangka waktu pendek akan meningkat untuk
melaksanakan pembelian karena mereka mempunyai kepentingan terhadap
kebutuhan tersebut.
Kedua bentuk motivasi diatas sering digunakan oleh suatu perusahaan.
Penggunaannya harus tepat dan seimbang supaya dapat meningkatkan motivasi
konsumen. Yang menjadi masalah ialah kapan motivasi positif dan motivasi
negatif dapat efektif merangsang para konsumen. Motivasi positif lebih efektif
untuk jangka panjang sedangkan motivasi negatif lebih efektif untuk jangka
pendek. Akan tetapi, perusahaan harus konsisten dan adil dalam menerapkannya
