Teori Keputusan Pembelian


Teori yang digunakan pada variabel keputusan pembelian yaitu
Teori Ekonomi Konsumen yang dikemukakan oleh Adam Smith, (1970).
Dimana teori ini didorong dengan adanya faktor kepentingan dan kebutuhan
seseorang dengan mempertimbangkan untung rugi atau resiko dalam segala
tindakannya. (Priansa, 2017)
Keterkaitan teori tersebut dengan variabel keputusan pembelian
yaitu terdapat pada point dimana teori tersebut didorong berdasarkan adanya
prinsip bahwa manusia dalam segala tindakannya didorong faktor
kepentingannya sendiri dengan berbagai pertimbangan resiko dan
keuntungan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang untuk mengambil
keputusan pembelian itu sudah melewati proses pertimbangan sebelumnya
sesuai dengan teori tersebut.
c. Faktor – Faktor Keputusan Pembelian
Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi maksud pembelian dan
keputusan pembelian. Menurut Kotler dan Amstrong (2017) faktor-faktor
tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Faktor sikap atau pendirian orang lain
    Seberapa jauh sikap pihak lain akan mengurangi satu
    alternatif yang disukai seseorang tergantung dua hal, pertama
    intensitas sikap negatif pihak lain terhadap pilihan alternatif
    konsumen dan ke dua motivasi konsumen tunduk pada keingingan
    orang lain. Semakin kuat sikap, negatif orang lain dan semakin
    dekat orang lain tersebut dengan konsumen, konsumen akan
    menyesuaiakan maksud pembeliannya.
  2. Faktor situasi yang tidak diantisipasi
    Konsumen membentuk suatu maksud untuk membeli
    berdasarkan pada faktor-faktor seperti pendapatan keluarga, harga
    dan kualitas yang diharapkan dari produk tersebut. Faktor ini dapat
    muncul dan merubah niat beli konsumen. Ketika konsumen ingin
    bertindak, faktor situasional muncul misalnya konsumen
    kehilangan pekerjaan sehingga mengubah niat beli konsumen.