Terdapat beberapa metode dalam mengukur prestasi kerja,
sebagaimana diungkapkan oleh Gomes (2008), yaitu :
a. Metode Tradisional. Metode ini merupakan metode tertua dan paling
sederhana untuk menilai prestasi kerja dan diterapkan secara tidak
sistematis maupun sistematis. Yang termasuk kedalam metode
tradisional adalah :rating scale, employee comparation, check list, free
form essay, dan critical incident.
1) Rating scale. Metode ini merupakan metode penilaian yang paling
tua dan banyak digunakan, dimana penilaian yang dilakukan oleh
atasan atau supervisor untuk mengukur karakteristik, misalnya
mengenai inisitaif, ketergantungan, kematangan, dan kontribusinya
terhadap tujuan kerjanya.
2) Employee comparation. Metode ini merupakan metode penilaian
yang dilakukan dengan cara membandingkan antara seorang
pegawai dengan pegawai lainnya. Metode ini terdiri dari :
a) Alternation ranking : yaitu metode penilaian dengan cara
mengurutkan peringkat (ranking) pegawai dimulai dari yang
terendah sampai yang tertinggi berdasarkan kemampuan yang
dimilikinya.
b) Paired comparation : yaitu metode penilaian dengan cara seorang
pegawai dibandingkan dengan seluruh pegawai lainnya, sehingga
terdapat berbagai alternatif keputusan yang akan diambil. Metode
ini dapat digunakan untuk jumlah pegawai yang relatif sedikit.
3) Porced comparation (grading) : metode ini sama dengan paired
comparation, tetapi digunakan untuk jumlah pegawai yang relatif
banyak.
4) Check list. Metode ini hanya memberikan masukan/informasi bagi
penilaian yang dilakukan oleh bagian personalia.
5) Freeform essay. Dengan metode ini seorang penilai diharuskan
membuat karangan yang berkenaan dengan orang/ karyawan/
pegawai yang sedang dinilainya.
6) Critical incident. Dengan metode ini penilai harus mencatat semua
kejadian mengenai tingkah laku bawahannya sehari-hari yang
kemudian dimasukan kedalam buku catatan khusus yang terdiri dari
berbagai macam kategori tingkah laku bawahannya. Misalnya
mengenai inisiatif, kerjasama, dan keselamatan.
b. Metode Modern. Metode ini merupakan perkembangan dari metode
tradisional dalam menilai prestasi kerja. Yang termasuk kedalam
metode modern ini adalah : assesment centre, Management By
Objective (MBO=MBS) dan human asset accounting.
1) Assessment centre. Metode ini biasanya dilakukan dengan
pembentukan tim penilai khusus. Tim penilai khusus ini bisa dari
luar, dari dalam, maupun kombinasi dari luar dan dari dalam.
2) Management by objective (MBO = MBS). Dalam metode ini
pegawai langsung diikutsertakan dalam perumusan dan pemutusan
persoalan dengan memperhatikan kemampuan bawahan dalam
menentukan sasarannya masing-masing yang ditekankan pada
pencapaian sasaran perusahaan.
3) Human asset accounting. Dalam metode ini, faktor pekerja dinilai
sebagai individu modal jangka panjang sehingga sumber tenaga
kerja dinilai dengan cara membandingkan terhadap variabel-variabel
yang dapat mempengaruhi keberhasilan perusahaan.
