Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja


Menurut Mathis dan Jackson dalam Fahmi (2015) faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja individu tenaga kerja, yaitu :
a. Sikap kerja, seperti: kesediaan untuk bekerja secara bergiliran (shift
work) dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim.
b. Tingkat keterampilan yang ditentukan oleh pendidikan latihan dalam
manajemen supervisi serta keterampilan dalam teknik industri.
c. Hubungan tenaga kerja dan pimpinan organisasi yang tercermin dalam
usaha bersama antara pimpinan organisasi dan tenaga kerja untuk
meningkatkan produktivitas melalui lingkara pengawasan mutu.
d. Manajemen poduktiviatas, yaitu manajemen yang efisien mengenai
sumber dan sistem kerja untuk mencapai peningkatan produktivitas.
e. Efisiensi tenaga kerja, seperti: perencanaan tenaga kerja dan tambahan
tugas.
f. Kewiraswastaan, dalam pengambilan resiko, kreatifititas.
Disamping hal diatas terdapat pula berbagai faktor yang
mempengaruhi kinerja kerja, diantaranya adalah:
a. Sikap mental, berupa:
1) Motivasi kerja
2) Disiplin kerja
3) Etika kerja
b. Pendidikan
Pada umumnya orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi akan
mempunyai wawasan yang lebih luas terutama penghayatan akan arti
pentingnya kinerja dapat mendorong pegawai yang bersangkutan
melakukan tindakan yang produktif.
c. Keterampilan
Pada aspek tertentu apabila pegawai semakin terampil, maka akan
lebih mampu bekerja serta menggunakan fasilitas kerja dengan baik.
Pegawai akan lebih terampil apabila mempunyai kecakapan (ability)
dan pengalaman yang cukup.
d. Manajemen
Manajemen di sini berkaitan dengan sistem yang dikaitkan oleh
pimpinan untuk mengelola ataupun memimpin serta mengendalikan
staf/ bawahannya. Apabila manajemennya tepat akan menimbulkan
semangat yang lebih tinggi sehingga dapat mendorong pegawai untuk
melakukan tindakan yang produktif.
e. Tingkat Penghasilan
Apabila tingkat penghasilan memadai makan dapat menimbulkan
konsentrasi kerja dan kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan
untuk meningkatkan kinerja.
f. Jaminan Sosial
Jaminan sosial yang diberikan oleh suatu organisasi kepada
pegawainya dimaksudkan untuk meningkatkan pengabdian dan
semangat kerja. Apabila jaminan sosial pegawai mencukupi maka akan
dapat menimbulkan kesenangan bekerja. Sehingga mendorong
pemanfaatan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan
kinerjanya.
g. Lingkungan dan Iklim Kerja
Lingkungan dan iklim kerja yang baik akan mendorong pegawai
lebih senang bekerja dan meningkatkan tanggung jawab untuk
melakukan pekerjaan dengan lebih baik menuju ke arah peningkatan
kinerja.
h. Sarana Produksi
Mutu sarana produksi sangat berpengaruh terhadap peningkatan
kinerja. Apabila sarana produksi yang digunakan tidak baik kadang-
kadang dapat menimbulkan pemborosan bahan yang dipakai.
i. Teknologi
Apabila teknologi yang dipakai tepat dan lebih maju tingkatannya
maka akan memungkinkan:
1) Tepat waktu dalam penyelesaian proses produksi
2) Jumlah produksi yang dihasilkan lebih banyak dan bermutu
3) Memperkecil terjadinya pemborosan bahan sisa
j. Kesempatan Berprestasi
Pegawai yang bekerja tentu mengharapkan peningkatan karir atau
pengembangan potensi yang pribadi yang nantinya akan bermanfaat
baik bagi dirinya maupun bagi organisasi. Apabila terbuka untuk
berprestasi, maka akan menimbulkan psikologis untuk meningkatkan
dedikasi serta pemanfaatan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan
kinerja