Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kinerja Karyawan


Modal sosial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
(Lamtini, Mey, Cholifah, & Sutopo, 2016). Hubungan modal sosial
dengan kinerja karyawan dipengaruhi oleh pekerjaan yang dilakukan serta
mendapatkan hasil yang terbaik. Karyawan yang memiliki kinerja tinggi
terhadap perusahaan akan terus melakukan yang terbaik karena sudah
nyaman dengan rekan kerja sehingga karyawan tidak tergoda dengan
pekerjaan ditempat lain dan adanya kemauan untuk saling pengertian
kepada rekan kerja. Sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan yang
timbul dari modal sosial.
Hubungan antara modal sosial dengan kinerja karyawan terletak
pada melakukan tegur sapa, menjaga hubungan baik, melibatkan diri pada
setiap kegiatan, selalu menjaga kebersamaan, mempunyai pemahaman
yang sama tentang visi organisasi, teman membantu jika ada kesulitan, 
dan percaya dengan kemampuan rekan kerja atas suatu pekerjaan yang
diberikan adalah sikap karyawan. Hal ini akan memberikan semangat dan
dorongan pegawai untuk aktif bekerja sehingga kinerjanya dapat dicapai
dengan baik (Nahapiet dan Ghosal, 1998). Dalam banyak hal, sikap yang
dihasilkan dari modal sosial sering mempengaruhi apakah karyawan akan
menghasilkan kinerja terbaik atau tidak. Persepsi yang menjaga hubungan
dan memiliki kepercayaan antar rekan kerja akan suatu sikap akan
menciptakan keinginan karyawan dan bahkan dapat meningkatkan kinerja
karyawan terhadap perkerjaan. Teori penghubung antara modal sosial
dengan kinerja karyawan yaitu eksistensi modal sosial pegawai menjadi
penting karena mempengaruhi kinerja pegawai yang pada gilirannya
mempengaruhi kinerja organisasi (Akdere, 2005)