Modal Sosial


Modal sosial adalah hubungan yang terjadi dan diikat oleh suatu
kepercayaan (trust), saling pengertian (mutual understanding), dan nilai-nilai
bersama (shared value) yang mengikat anggota kelompok untuk membuat
kemungkinan aksi bersama secara efisien dan efektif (Putra, 2008). Modal sosial
adalah jumlah sumber-sumber daya, aktual atau virtual (tersirat) yang berkembang
pada seorang individu atau sekelompok individu karena kemampuan untuk
memiliki suatu jaringan yang dapat bertahan lama dalam hubungan-hubungan yang
lebih kurang telah diinstitusikan berdasarkan pengetahuan dan pengenalan timbal
balik (Hasbullah, 2006).
Modal sosial menurut fungsinya yaitu modal sosial itu bukanlah entitas
tunggal, tetapi entitas majemuk yang mengandung dua elemen. Pertama, modal
sosial mencakup beberapa aspek dari struktur sosial. Kedua modal sosial
memfasilitasi tindakan tertentu dari pelaku dalam struktur tersebut. Modal sosial
dapat ditentukan sebagai akumulasi dari beragam tipe dari aspek sosial, psikologi,
budaya, kelembagaan, dan aset yang tidak terlihat (intangible) yang memengaruhi
perilaku kerjasama. Corak-corak kehidupan sosial jaringan-jaringan, norma-norma
dan kepercayaan yang menyanggupkan para partisipan untuk bertindak bersama
lebih efektif untuk mengejar tujuan-tujuan bersama (Putnam, 1996). Modal sosial
dibutuhkan guna menciptakan jenis komunitas moral yang tidak bisa diperoleh
seperti dalam kasus bentuk-bentuk human capital. Akuisisi modal sosial
memerlukan pembiasaan terhadap norma-norma moral sebuah komunitas
masyarakat dan dalam konteksnya sekaligus mengadopsi kebajikan-kebajikan
seperti kesetiaan, kejujuran, dan keteguhan hati (dependability). Modal sosial lebih
didasarkan pada kebajikan-kebajikan sosial umum, dimana merupakan tempat
meleburnya kepercayaan dan faktor yang penting bagi kesehatan ekonomi sebuah
negara, yang bersandar pada akar-akar kultural (Fukuyama, 2001).
Modal sosial dapat merujuk pada norma atau jaringan yang memungkinkan
orang untuk melakukan tindakan kolektif. Modal sosial sebagai agregat
sumberdaya aktual ataupun potensial yang diikat untuk mewujudkan jaringan yang
awet sehingga melembagakan hubungan persahabatan yang saling menguntungkan.
Jaringan sosial (social network) dikonstruksi melalui strategi investasi yang
berorientasi pada pelembagaan hubungan kelompok (group relation) yang dapat
dipakai sebagai sumber terpercaya untuk meraih keuntungan (Kushandajani, 2008).
Modal sosial sebagai gambaran organisasi sosial, jaringan sosial, saling
kepercayaan, norma- norma yang memfasilitasi koordinasi dan kerjasama dan
saling menguntungkan. Pentingnya kerjasama dalam kegiatan kelompok diperkuat
oleh saling kepercayaan dan norma. Saling kepercayaan dapat dijelaskan dari
interaksi- interaksi yang didasari perasaan yakin, bahwa orang lain akan memberi
respon sebagaimana yang diharapkan dan saling mendukung (Pranadji, 2006).
Modal sosial tergantung pada tiga kunci yaitu kepercayaan dari lingkungan sosial
dan perluasan aktual dari kewajiban yang sudah dipenuhi, jaringan informasi yang
sangat penting sebagai basis tindakan dan norma serta sanksi yang efektif dalam
kelompok atau suatu komunitas yang dapat mendukung individu untuk memperoleh
prestasi (Syahyuti, 2008)