Menurut Hasbullah (2006) terdapat enam unsur pokok dalam modal sosial
berdasarkan dari berbagai pengertian modal sosial yang telah ada, yaitu:
- Participation in a Network (Partisipasi dalam Jaringan)
Kemampuan sekelompok orang untuk melibatkan diri dalam suatu
jaringan hubungan sosial, melalui berbagai variasi hubungan yang saling
berdampingan dan dilakukan atas dasar prinsip kesukarelaan (voluntary),
kesamaan (equality), kebebasan (freedom) dan keadaban (civility).
Kemampuan anggota kelompok atau anggota masyarakat untuk selalu
menyatukan diri dalam suatu pola hubungan yang sinergis akan sangat besar
pengaruhnya dalam menentukan kuat tidaknya modal sosial suatu kelompok. - Reciprocity (Timbal Balik)
Kecenderungan saling tukar kebaikan antar individu dalam suatu
kelompok atau antar kelompok itu sendiri. Pola pertukaran terjadi dalam
suatu kombinasi jangka panjang dan jangka pendek dengan nuansa altruism
tanpa mengharapkan imbalan. Pada masyarakat dan kelompok-kelompok
sosial yang terbentuk yang memiliki bobot resiprositas kuat akan melahirkan
suatu masyarakat yang memiliki tingkat modal sosial yang tinggi. - Trust (Kepercayaan)
Suatu bentuk keinginan untuk mengambil resiko dalam hubunganhubungan sosialnya yang didasari oleh perasaan yakin bahwa yang lain akan
melakukan sesuatu seperti yang diharapkan dan akan senantiasa bertindak
dalam suatu pola tindakan yang saling mendukung. Paling tidak, yang lain
tidak akan bertindak merugikan diri dan kelompoknya (Putnam, 1993, 1995,
dan 2002, dalam Hasbullah 2006). Tindakan kolektif yang didasari saling
percaya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai bentuk
dan dimensi terutama dalam konteks kemajuan bersama. Hal ini
memungkinkan masyarakat untuk bersatu dan memberikan kontribusi pada
peningkatan modal sosial. - Social norms (Norma Sosial)
Sekumpulan aturan yang diharapkan dipatuhi dan diikuti oleh
masyarakat dalam suatu entitas sosial tertentu. Aturan-aturan ini biasanya
tidak tertulis tapi dipahami sebagai penentu pola tingkah laku yang baik
dalam konteks hubungan sosial sehingga ada sangsi sosial yang diberikan jika
melanggar. Norma sosial akan menentukan kuatnya hubungan antar individu
karena memancing kohesifitas sosial yang berdampak positif bagi
perkembangan masyarakat. Oleh karenanya norma sosial disebut sebagai
salah satu modal sosial. - Values (Nilai)
Sesuatu ide yang telah turun temurun dianggap benar dan penting oleh
anggota kelompok masyarakat. Nilai merupakan hal yang penting dalam
kebudayaan, biasanya ia tumbuh dan berkembang dalam mendominasi
kehidupan kelompok masyarakat tertentu serta mempengaruhi aturan-aturan
bertindak dan berperilaku masyarakat yang pada akhirnya membentuk pola
cultural. - Proactive action
Keinginan yang kuat dari anggota kelompok untuk tidak saja
berpartisipasi tetapi senantiasa mencari jalan bagi keterlibatan anggota
kelompok dalam suatu kegiatan masyarakat. Anggota kelompok melibatkan
diri dan mencari kesempatan yang dapat memperkaya hubungan-hubungan
sosial dan menguntungkan kelompok. Perilaku inisiatif dalam mencari
informasi berbagai pengalaman, memperkaya ide, pengetahuan dan beragam
bentuk inisiatif lainnya baik oleh individu maupun kelompok, merupakan
wujud modal sosial yang berguna dalam membangun masyarakat.
