- Proactive Organizational Resilience
Menurut (Longstaff, 2015) dan (Somers, 2009) resiliensi organisasi
proaktif itu memastikan organisasi akan bertahan dan berkembang dalam
situasi yang merugikan di masa depan dengan cara mengidentifikasi potensi
risiko dan pengambilan langkah proaktif. Sedangkan menurut (Lee, Vargo,
& Seville, 2013) berpendapat bahwa resiliensi organisasi proaktif mengacu
pada strategi atau kesiapan perilaku untuk mengambil aksi terhadap krisis
lingkungan di masa depan. Selain itu Lovin (1982) dalam (Jia, 2018)
mengatakan bahwa resiliensi proaktif melakukan upaya yang disengaja
untuk membuat organisasi yang lebih baik serta mampu menghadapi
gangguan yang tidak terduga di masa depan. - Reactive Organizational Resilience
Resiliensi Organisasi reaktif merupakan sebuah kemampuan
organisasi untuk dapat berpotensi, berkembang dan bertahan di masa krisis
(Seville, et al., 2008). Menurut (Lengnick-Hall, Tammy E. Beck, &
Lengnick-Hall, 2011) resiliensi organisasi reaktif adalah kemampuan secara
efektif dan efisien dalam menghadapi gangguan dari eksternal dan dengan
cepat pulih ke kondisi sebelum dampak organisasi setelah mengalami
dampak ekstrim eksternal. Selain itu resiliensi organisasi reaktif sering
dikatakan pada gagasan tentang respon dan pemulihan (Linnenluecke,
Griffiths, & Winn, 2012) dan (Burnard & Bhamra, 2011). Tingakan reaktif
adalah tindakan yang diambil setelah bencana yang menimpa organisasi dan
memungkinkan organisasi untuk tetap bertahan walaupun mereka
menderita dan mengalami krisis (Linnenluecke & Griffiths, 2010)
