Janssen (2000: 88) mendefinisikan perilaku kerja inovatif sebagai penciptaan,
pengenalan dan penerapan ide-ide baru yang disengaja dan bermanfaat dalam peran
kerja, kelompok ataupun organisasi dalam rangka mendapatkan kinerja yang
optimal. Kheng et al (2013) menjelaskan bahwa perilaku inovatif adalah tindakan
individu yang mengarah pada pembangkitan dan penerapan gagasan baru untuk
mencapai suatu posisi atau tingkatan yang tinggi dalam pekerjaan maupun ide baru
guna pengembangan organisasi agar lebih maju. Contoh perilaku inovatif adalah
mencari teknologi baru, merekomendasikan strategi baru untuk mencapai tujuan,
menerapkan pekerjaan dengan metode baru, dan pengadaan dukungan pada sumber
daya untuk menerapkan gagasan baru. Keuntungan adanya inovasi diharapkan
mampu memberikan hasil baru yang menguntungkan bagi organisasi.
