Tahap Perkembangan Karir


Menurut Ginzberg, Ginsburg, Axerald dan Herma (1951), ada tiga periode
dalam proses pemilihan karir, yaitu:

  1. Fantasi (3-10 tahun)
    Karakteristik perkembangan karir adalah sebagai berikut:
    a) 3-4 tahun, anak berusaha memformulasikan jawaban atas pertanyaan
    aktivitas yang ingin dilakukan pada masa dewasa
    b) 4-6 tahun, muncul fungsi kesenangan atau kenikmatan anak berusaha
    untuk memilih pekerjaan yang menimbulkan rasa senang dalam
    dirinya.
    c) 8-9 tahun, ada perubahan di dalam pemilihan karir yang lebih
    difokuskan pada hasil kerjadan kepuasan jika melakukan tugasnya
    dengan baik. pemilihan karir dibuat kurang realistis, karena lebih
    banyak dipengaruhi fantasi, mimpi, keinginan untuk cepat dewasa
    daripada pengalaman hidup yang nyata berdasarkan realitas.
    d) 10-11 tahun, pilihan karir anak lebih realistis, karena individu semakin
    menyadari bahwa hambatan yang akan ditemui dalam pencapaian
    karir akan menjadi tanggung jawab pribadi. Mulai mencoba membuat
    pilihan karir, namun sifatnya masih sementara berdasarkan
    pengetahuan yang terbatas yang dimilikinya tentang diri dan realitas.
    Karakteristik perilaku pada periode fantasi adalah anak yang berusaha
    untuk mengetahui arti bekerja, berharap ingin menjadi orang dewasa
    serta mempunyai perspektif waktu yang kacau, karena bagi anak
    masa depan adalah bukan masa sekarang. Belum mampu membuat
    sebuah pilihan karir dan fantasi masih sangat kuat serta kurang dapat
    membedakan antara masa kini dengan masa depan.
  2. Tentatif (11-17 tahun)
    Tahap tentatif berlangsung dari mulai usia lulus sekolah dasar sampai
    dengan usia 18 tahun. Pada periode ini individu berusaha untuk mencari
    dasar yang sesuai bagi pemilihan karirnya dan pilihan karir didasarkan
    pada minat, kemampuan dan nilai-nilai yang dianut. Individu mempunyai
    pengetahuan serta informasi yang terbatas dan kurang tentang faktorfaktor yang dibutuhkan untuk berkomitmen terhadap pemilihan karir,
    sehingga keputusan yang diambil sifatnya masih mudah berubah dan
    pilihan yang sifatnya permanen ketika berada pada akhir masa remaja dan
    awal masa dewasa.
    Perkembangan pemahaman tentang perspektif waktu pada periode
    ini anak berusaha membedakan antara masa kini dan masa depan,
    mencoba mengenali bahwa kejadian yang berlangsung pada masa
    sekarang dan dapat mempengaruhi masa depan. Kesadaran diri terhadap
    kemungkinan hambatan yang muncul dalam proses pemilihan karir adalah
    mulai menyadari bahwa pekerjaan orang dewasa sama dari waktu ke
    waktu sehingga mempunyai harapan untuk dapat bekerja secara rutin
    yang dapat menimbulkan perasaan senang dan nyaman.