Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir berasal dari teori yang
dikemukakan oleh Bandura (1997), bahwa efikasi diri merupakan bentuk
keyakinan individu akan kemampuan yang telah dikuasainya dalam mengatur
dan melaksanakan serangkaian tugas yang diperlukan untuk mencapai hasil
tertentu. Sedangkan menurut Baron dan Byrne (2003), efikasi diri adalah
keyakinan seseorang akan kemampuan atau kompetensinya atas kinerja tugas
yang diberikan, mencapai tujuan, atau mengatasi sebuah hambatan. Dengan
demikian, efikasi diri sebagai penentu hasil dari tujuan hidup yang ingin dicapai
seseorang.
Menurut Crites (1978) keyakinan dalam diri individu dalam mengambil
sebuah keputusan karir dipengaruhi beberapa keterampilan diantaranya
mengumpulkan berbagai macam pilihan pekerjaan, menilai kemampuan dan
minat diri sendiri, menyeleksi tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan pekerjaan
yang diinginkan, membuat perencanaan untuk mencapai tujuan yang ingin
dicapai dan membuat strategi untuk mengelola masalah ketika muncul masalah
dalam pekerjaan. Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir merupakan
kegiatan yang memerlukan tindakan tepat karena melibatkan proses berpikir dan
tingkat motivasi pada diri individu. Oleh karena itu, efikasi diri merupakan salah
satu faktor penting yang mempengaruhi keterampilan pengambilan keputusan
karir pada seseorang.
Sesuai dengan teori Bandura dalam bidang pendidikan, siswa yang
memiliki efikasi diri tinggi dalam pengambilan keputusan karir adalah siswa yang
menyadari kemampuannya sehingga memiliki keinginan untuk mewujudkan
target yang telah direncanakan dengan langkah-langkah pencapaian yang jelas.
Tingginya tingkat efikasi diri mengarahkan pada peningkatan kemampuan
individu dalam mengambil keputusan karir. Sedangkan, siswa yang memiliki
efikasi diri rendah adalah siswa yang kurang atau bahkan belum memahami diri
sendiri hingga merasa tidak mampu atau ragu pada keberhasilan masa
depannya. Dengan kata lain, siswa dengan efikasi diri rendah cenderung
menghindar dan mudah menyerah pada pengambilan keputusan karir masa
depannya (Betz & Hackett, 1986).
Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir mempengaruhi pilihan
kerja dan ketekunan seseorang dalam tugas serta perilaku tertentu. Menurut
Taylor dan Betz (1983), efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir
merupakan tingkat keyakinan individu bahwa mereka dapat berhasil melakukan
tugas-tugas terkait pemilihan karir dan komitmen kerja. Efikasi diri dalam
pengambilan keputusan karir mengacu pada sejauh mana siswa memiliki
kepercayaan pada kemampuannya untuk terlibat dalam pengambilan keputusan
pendidikan dan kerja
