Pengertian efikasi diri berdasarkan beberapa pendapat, yaitu
sebagai berikut.
- Efikasi diri diperkenalkan oleh Albert Bandura. Albert Bandura
mendefinisikan efikasi diri sebagai berikut (Bandura, 2009).
“Perceived self- efficacy is defined as people’s beliefs
about their capabilities to produce designated levels of
performance that exercise influences over events that
affect their lives. Self- efficacy beliefs determine how
peoples feel, think, motivate themselves and behave Such
belief produce these diverse effects through four major
processes. They include cognitive, motivational, affective
and selection processes”
Pendapat di atas dapat diartikan bahwa efikasi diri adalah
kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuan untuk
meningkatkan kinerja yang berpengaruh bagi kelangsungan hidup
mereka. Efikasi diri menentukan bagaimana seseorang merasakan,
berpikir, memotivasi diri mereka sendiri, dan berperilaku melalui
empat proses utama, yaitu kognitif, motivasi, afektif, dan proses
seleksi. - Alwisol (2009) menyatakan bahwa efikasi diri merupakan penilaian
diri mengenai baik atau buruknya suatu tindakan, benar atau salah
suatu perbuatan, dan bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuatu hal
sesuai dengan yang disyaratkan. Individu yang memiliki efikasi diri
yang tinggi akan percaya bahwa dirinya mampu mengerjakan suatu
hal sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan, situasi, dan harapan
sesuai dengan kemampuan dirinya sendiri. Orang tersebut akan
selalu bekerja keras dan tetap mengerjakan tugas hingga selesai
(Alwisol, 2009). - Efikasi diri adalah penilaian diri seseorang terhadap kemampuannya
dalam mengorganisasikan serta melaksanakan Langkah-langkah
yang terarah untuk mencapai tujuan tertentu (Pajares, 2002). - Efikasi diri adalah keyakinan seseorang untuk menunjukkan
perilaku yang sesuai dan efektif agar dapat menyelesaikan tugas
dengan baik (Coetzee & Cilliers, 1999).
