Kualitas Layanan


Pengertian kualitas layanan menurut J.Supranto (2006) adalah
sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan sesuatu yang harus
dikerjakan dengan baik. Menurut Philip Kotler (2013) definisi layanan
adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu
pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apapun. Kualitas layanan adalah suatu
tingkat keunggulan yang diharapkan dimana pengendalian atas tingkat
keunggulan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
Tjiptono (2014).
Pelayanan merupakan faktor yang amat penting khususnya bagi
perusahaan yang bergerak dibidang jasa. Dimana hal ini fisik produk
biasanya ditunjang dengan berbagai macam inisial produk. Adapun inti
produk yang dimaksud biasanya merupakan jasa tertentu. Oleh karena
itu pentingnya mengetahui secara teoritis tentang batasan, pengertian
dan faktor-faktor yang mempengaruhi dari pada pelayanan itu sendiri.
Kualitas layanan yang diberikan oleh setiap perusahaan tentunya
mempunyai tujuan. Umumnya tujuan dengan diadakannya pelayanan
adalah agar konsumen merasakan adanya kepuasan dan dampaknya
bagi perusahaan akan memperoleh laba maksimum.
Dimensi Kualitas layanan oleh Fandy Tjiptono (2014) dibagi
menjadi lima dimensi diantaranya adalah:

  1. Tangibles (bukti fisik) yaitu kemampuan suatu perusahaan
    dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal.
    Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik
    perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti
    nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Yang
    meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang, dan lain sebagainya),
    perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi),
    serta penampilan pegawainya.
  2. Reliability (kehandalan) yaitu kemampuan perusahaan untuk
    memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat
    dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan
    yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk
    semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan
    dengan akurasi yang tinggi.
  3. Responsiveness (ketanggapan) yaitu kemauan untuk membantu
    dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat
    kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas.
  4. Assurance (jaminan dan kepastian) yaitu pengetahuan,
    kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan
    untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada
    perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain
    komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan
    santun.
  5. Emphaty (empati) yaitu memberikan perhatian yang tulus dan
    brsifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para
    pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen.
    Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan
    pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan
    pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu untuk
    pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.