Esensi kehidupan organisasi dapat ditemukan pada budaya yang dimiliki
organisasi bersangkutan. Dalam hal ini, kata “budaya” itu sendiri tidak
mengacu pada hal-hal seperti suku, etnis atau latar belakang budaya seseorang,
namun menurut Pacanowsky dan Trujilio dalam bukunya Morisson, M.A.
(2009:101), budaya adalah cara hidup dalam organisasi (a way of living).
Termasuk ke dalam budaya oraganisasi adalah iklim atau atmosfir emosi dan
psikologis yang mencakup moral, sikap dan tingkat produktivitas karyawan
atau anggota organisasi bersangkutan. Budaya organisasi ini juga mencakup
seluruh simbol yang ada (tindakan, rutinitas, percakapan, dan seterusnya) serta
makna yang diberikan anggota organisasi kepada berbagai simbol tersebut.
Makna dan pengertian budaya organisasi dicapai melalui interaksi antara
pimpinan (manajemen) dengan karyawan. Kita akan mulai membahas teori
budaya organisasi dengan pertama-tama menginterpretasikan budaya itu
sendiri dan memahami 3 asumsi dasar teori budaya organisasi
