Tipologi Kepemimpinan


Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut
berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian
berikut :

  1. Tipe Otokratis
    Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang
    memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut:
    a. Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi;
    b. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi;
    menganggap bawahan sebagai alat semata-mata;
    c. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat;
    d. Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya;
    e. Dalam tindakan penggerakkannya sering mempergunakan
    pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat
    menghukum.
  2. Tipe Militeristis
    Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari
    seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang
    pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe
    militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifatberikut:
    a. Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering
    dipergunakan.
    b. Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada
    pangkat dan jabatannya;
    c. Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan;
    d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan;
    e. Sukar menerima kritikan dari bawahannya;
    f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
  3. Tipe Paternalistis
    Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang
    paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut :
    a. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa;
    bersikap terlalu melindungi (overly protective);
    b. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk
    mengambil keputusan
    c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk
    mengambil inisiatif;
    d. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk
    mengembangkan daya kreasi dan fantasinya;
    e. Sering bersikap maha tahu.
  4. Tipe Karismatik
    Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan
    sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki
    karisma.Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian
    mempunyaidaya tarik yang amat besar dan karenanya pada
    umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar,
    meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan
    mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.Karena kurangnya
    pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin
    yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin
    yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural
    powers).Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan
    sebagai kriteria untuk karisma.
  5. Tipe Demokratis
    Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan
    bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk
    organisasi modern.Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini
    memiliki karakteristik sebagai berikut :
    a. Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari
    pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di
    dunia;
    b. Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan
    organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada
    bawahannya;
    c. Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari
    bawahannya;
    d. Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam
    usaha mencapai tujuan;
    e. Iklas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
    bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki
    agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi
    lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain;
    f. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannyalebih sukses
    daripadanya;
    g. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai
    pemimpin.