Pengaruh kepemimpinan terhadap kepercayaan


Wahab (2008) menguraikan bahwa keberhasilan kepemimpinan pada
hakikatnya berkaitan dengan tingkat kepedulian seorang pemimpin terlibat
terhadap kedua orientasi, yaitu apa yang telah dicapai oleh organisasi
(organizational achievement) dan pembinaan terhadap organisasi (organizational
maintenance). Hal yang sama dikatakan oleh Wahjosumidjo (2007) bahwa keberhasilan kepemimpinan pada hakikatnya berkaitan dengan tingkat kepedulian
seorang pemimpin terlibat terhadap kedua orientasi, yaitu (1) apa yang telah dicapai oleh organisasi (organizational achievement), mencakup: produksi, pendanaan, kemampuan adaptasi dengan program-program inovatif dan lain sebagainya, (2) pembinaan terhadap organisasi (organizational maintenance), mencakup:
kepuasan bawahan, motivasi dan semangat kerja. Bahkan Wahjosumidjo
menambahkan bahwa, kedua orientasi tersebut merupakan indikator yang dapat
dipakai untuk menilai keberhasilan suatu kepemimpinan.
Menurut Robbins (2009), kepercayaan adalah esensi kepemimpinan, sebab
mustahil memimpin orang yang tidak mempercayai anda. Kepercayaan sebagai
kekuatan emosi yang dimulai dengan merasa memiliki harga diri dan makna diri
sehingga kita terpanggil untuk memancarkan pada orang lain. Berdasarkan
penelitian Natalman (2007) tingkat keefektifan kepemimpinan tidak dapat
mempengaruhi secara tidak langsung terhadap kepercayaan karyawan.