Menurut Robbins dan Judge (2008) terdapat 3 jenis kepercayaan, yaitu:
a) Kepercayaan berbasis pencegahan. Kepercayaan yang didasarkan pada kekhawatiran akan terjadinya pembalasan dendam jika kepercayaan itu
dikhianati/diingkari.
b) Kepercayaan berbasis pengetahuan. Kepercayaan didasarkan pada kemampuan
memprediksi perilaku yang bersumber dari pengalaman interaksi.
Kepercayaan ini terbentuk jika anda memiliki informasi yang memadai
mengenai seseorang
sehingga anda mengenal mereka dengan cukup baik dan dapat memperkirakan
perilaku mereka dengan tepat.
c) Kepercayaan berbasis identifikasi. Kepercayaan berdasarkan pemahaman atas
niat orang lain dan menghargai keinginan pihak lain. Kepercayaan ini juga merupakan jenis kepercayaan yang idealnya mesti dicapai oleh manajer dalam
tim.
Seseorang membentuk tiga jenis kepercayaan Mowen, dkk (2002):
- Kepercayaan atribut-objek (object-attribute beliefs). Pengetahuan tentang sebuah objek memiliki atribut khusus yang disebut kepercayaan atribut-objek.
Kepercayaan atribut-objek menghubungkan sebuah atribut dengan objek,
seperti seseorang, barang, atau jasa - Kepercayaan atribut-manfaat. Kepercayaan atribut-manfaat merupakan persepsi konsumen tentang seberapa jauh sebuah atribut tertentu menghasilkan
atau memberikan manfaat tertentu. Seseorang mencari produk dan jasa yang
akan menyelesaikan masalah-masalah mereka dan memenuhi kebutuhan
mereka, dengan kata lain, memiliki atribut yang akan memberikan manfaat
yang dapat dikenal. - Kepercayaan objek-manfaat. Kepercayaan objek-manfaat merupakan persepsi
konsumen tentang seberapa jauh produk, orang, atau jasa tertentu yang akan
memberikan manfaat tertentu.
