Jenis – Jenis Gaya Kepemimpinan


Menurut Mulyadi (2015) Ada tiga macam gaya kepemimpinan antara lain :

  1. Gaya kepemimpinan Otokratis
    Kepemimpinan yang memusatkan pimpinan sebagai penentu kebijakan
    dalam semua kegiatan, pegawai berperan sebagai pelaksana kegiatan
    dengan arahan dari pimpinan sehingga peran anggota organisasi
    menjadi pasif.
    Indikator gaya kepemimpinan otokratis menurut Tumbol, dkk (2014)
    yaitu
    a) Sentralisasi wewenang.
    Sentralisasi wewenang merupakan pemusatan kekuasaan,
    wewenang dan kendali pada sejumlah manajer perusahaan di pusat
    atau pimpinan perusahaan.
    b) Produktivitas kerja.
    suatu ukuran perbandingan kualitas dan kuantitas dari seorang
    tenaga kerja dalam satuan waktu untuk mencapai hasil atau prestasi
    kerja secara efektif dan efisien dengan sumber daya yang
    digunakan.
    c) Manajemen.
    seseorang pemimpin dapat mengatur segala sesuatu yang
    dikerjakan oleh individu atau kelompok. Manajemen perlu
    dilakukan guna mencapai tujuan atau target dari individu ataupun
    kelompok tersebut secara kooperatif menggunakan sumber daya
    yang tersedia.
  2. Gaya kepemimpinan demokratis
    Kepemimpinan yang mengutamakan pengambilan kebijakan dengan
    diskusi kelompok, pemimpin menghargai pendapat setiap anggota
    organisasi dan memberikan alternatif prosedur jika terjadi hambatan
    dalam pelaksanaan kebijakan.
    Indikator gaya kepemimpinan demokratis menurut Sobri Sutikno
    adalah:
    a) Pendapatnya terfokus pada hasil musyawarah
    b) Tenggang rasa
    c) Memberi kesempatan pengembangan karier bawahan
    d) Menciptakan suasana kekeluargaan
    e) Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan
    f) Komunikatif dengan bawahan
    g) Partisipasif dengan bawahan
    h) Tanggap terhadap situasi
  3. Gaya kepemimpinan kebebasan (laissez faire)
    Kebebasan penuh diberikan kepada anggota organisasi dengan
    partisipasi yang sangat minim dari pimpinan, sehingga pemimpinan
    hanya menempatkan dirinya sebagai pengawas tanpa banyak mengatur
    suatu kebijakan.
    Indicator gaya kepemimpinan kebebasan bebas menurut Tumbol, dkk
    (2014) yaitu:
    a) Delegasi wewenang
    Dapat diartikan sebagai pelimpahan wewenang seorang pemimpin
    kepada bawahannya untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu.
    Dalam proses ini seorang pimpinan mengalokasikan wewenang ke
    bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya.
    b) Tanggung jawab pekerjaan.
    Sebagai pemimpin sikap taggung jawab dan mental merupakan suatu
    hal yang harus diterapkan dalam setiap karakter pemimpin. Sebagai
    pemimpin harus siap menerima resiko yang mungkin saja terjadi
    pada bisnis yang sedang mereka jalankan. Dan dalam situasi seperti
    itulah sikap tanggung jawab tersebut sangatlah dibutuhkan dalam
    seorang pemimpin.
    c) Kemampuan kerja.
    suatu hasil kerja yang dicapai seseorang pemimpin dalam
    melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada bawahannya
    yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan
    serta waktu.