Macam-macam Gaya Kepemimpinan


Keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku
bawahan banyak dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Beberapa ahli
mengemukakan pendapat tentang macam-macam gaya kepemimpinan
adalah sebagai berikut:
Gaya kepemimpinan menurut Thoha (2013:49) mengatakan bahwa
gaya kepemimpinan terbagi menjadi dua kategori gaya yang ekstern yaitu:

  1. Gaya kepemimpinan otokratis, gaya ini dipandang sebagai gaya yang di
    dasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan otoritas.
  2. Gaya kepemimpinan demokratis, gaya ini dengan kekuatan personal
    dan keikutsertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan
    pengambilan keputusan.
    Gaya kepemimpinan menurut pendapat Sutikno (2014:35)
    mengatakan gaya kepemimpinan atau perilaku kepemimpinan atau sering
    disebut Tipe Kepemimpinan. Tipe Kepemimpinan yang luas dikenal dan
    diakui keberadaanya adalah sebagai berikut:
  3. Tipe Otokratik
    Tipe Kepemimpinan ini menganggap bahwa kepemimpinan adalah hak
    pribadinya (pemimpin), sehingga ia tidak perlu berkonsultasi dengan
    orang lain dan tidak boleh ada orang lain yang turut campur. Seorang
    pemimpin yang tergolong otokratik memiliki serangkaian karakteristik
    yang bisanya dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Seorang
    pemimpin otokratik adalah seorang yang egois. Seorang pemimpin
    otokratik akan menunjukan sikap yang menonjolkan keakuannya, dan
    selalu mengabaikan peranan bawahan dalam proses pengambilan
    keputusan, tidak mau menerima saran dan pandangan bawahannya.
  4. Tipe Kendali Bebas atau Masa Bodo (Laisez Faire)
    Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari tipe kepemimpinan
    otokratik. Dalam kepemimpinan tipe ini sang pemimpin biasanya
    menunjukkan perilaku yang pasif dan seringkali menghindar diri dari
    tanggung jawab. Seorang pemimpin yang kendali bebas cenderung
    memilih peran yang pasif dan membiarkan organisasi berjalan menurut
    temponya sendiri. Disini seorang pemimpin mempunyai keyakinan
    bebas dengan memberikan kebebasan yang seluas-luasnya terhadap
    bawahan maka semua usahanya akan cepat berhasil.
  5. Tipe Paternalistik
    Persepsi seorang pemimpin yang paternalistik tentang perannya dalam
    kehidupan organisasi dapat dikatakan diwarnai oleh harapan bawahan
    kepadanya. Harapan bawahan berwujud keinginan agar pemimpin
    mampu berperan sebagai bapak yang bersifat melindungi dan layak
    dijadikan sebagai tempat bertanya dan untuk memperoleh petunjuk,
    meberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan
    bawahannya. Pemimpin yang paternalistik mengharapkan agar
    legitimasi kepemimpinannya merupakan penerima atas peranannya
    yang dominan dalam kehidupan organisasi.
  6. Tipe Kharismastik
    Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik khusus
    yaitu daya tariknya yang sangat memikat, sehingga mampu
    memperoleh pengikut yang sangat besar dan para pengikutnya tidak
    selalu dapat menjelaskan secara konkrit mengapa orang tersebut itu
    dikagumi. Hingga sekarang, para ahli belum berhasil menemukan
    sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma. Yang
    diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya
    penarik yang amat besar.
  7. Tipe Militeristik
    Pemimpin tipe militeristik berbeda dengan seorang pemimpin
    organisasi militer. Pemimpin yang bertipe militeristik ialah pemimpin
    dalam menggerakan bawahannya lebih sering mempergunakan sistem
    perintah, senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, dan
    senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan. Menuntut disiplin
    yang tinggi dan kaku dari bawahannya dan sukar menerima kritikan
    dari bawahannya.
  8. Tipe Pseudo-demokratik
    Tipe ini disebut juga kepemimpinan manipulatif atau semi demokratik.
    Tipe kepemimpinan ini ditandai oleh adanya sikap seorang pemimpin
    yang berusaha mengemukkan keinginan-keinginannya dan setelah itu
    membuat sebuah panitia, dengan berpura-pura untuk berunding tetapi
    yang sebenarnya tiada lain untuk mengesahkan saran-sarannya.
    Pemimpin seperti ini menjadikan demokrasi sebagai selubung untuk
    memperoleh kemenangan tertentu. Pemimpin yang bertipe pseudodemokratik hanya tampaknya saja bersikap demokratik padahal
    sebenarnya dia bersikap otokratis. Pemimpin ini menganut demokrasi
    semu dan lebih mengarah keapda kegiatan pemimpin yang otoriter
    dalam bentuk yang halus, samar-samar.
  9. Tipe Demokratik
    Tipe Demikratik adalah tipe pemimpin yang demokratis, dan bukan
    karena dipilihnya pemimpin secara demokratis. Tipe kepemimpinan
    dimana pemimpin selalu bersedia menerima dan menghargai saransaran, pendapat dan nasehat dari stag dan bawahan, melalui forum
    musyawarah untuk mencapai kata sepakat. Kepemimpinan demokratik
    adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, dan terarah. Kegiatankegiatan pengendalian dilaksanakan secara tertib dan bertanggung
    jawab. Pembagian tugas disertai pelimpahan wewenang dan tanggung
    jawab yang jelas, memungkinkan setiap anggota berpartisipasi secara
    aktif