Macam-Macam Gaya Kepemimpinan


Gaya kepemimpinan ada beberapa macam antara lain yaitu (O’Leary, 2001):

  1. Gaya kepemimpinan diktator
    Pemimpin jenis ini melakukan segala sesuatu berdasarkan paksaan atau secara
    kekuasaan mutlak. Tegasnya pemimpin menentukan segala-galanya baik
    mengenai aktivitas, kebijakan,keputusan, sedangkan orang yang dipimpinnya
    hanya menerima instruksi, pemberitahuan, tugas serta perintah yang harus
    dikerjakan, tanpa boleh membantah. Gaya kepemimpinan diktator sering juga
    disebut otoriter, totaliter, dan tirani. Ciri-ciri kepemimpinan diktator adalah:
    a. Tidak diperkenankan bertanya
    Diktator menetapkan hukum di dalam kelompoknya dan mengharapkansetiap
    orang melakukannya tanpa mempertanyakan kewenangannya.
    b. Pengetahuan adalah kekuatan
    Diktator dengan tepat mempercayai pengetahuan adalah salah satu kunci
    kekuasaan.Karena alasan ini, diktator seringkali menyimpan sendiri
    pengetahuan yang sangat penting dari suatu unit atau organisasi dan
    menyebarkan bagian-bagian informasi hanya pada basis yang perlu diketahui.
    c. Tidak boleh ada kesalahan
    Diktator selalu mengharapkan kualitas kerja yang paling tinggi. Kesalahan
    tidak akan ditoleransi. Kesalahan biasanya berakhir dengan penghentian atau
    suatu bentuk hukuman lain terhadap pribadi pelaku.
    Kelemahan gaya kepemimpinan diktrator :
    a. Gaya kepemimpinan diktator dapat menyulitkan pemimpin maupun para
    anggota tim. Diktator tidak biasa menciptakan lingkungan kerja yang kreatif
    dan pasti. Diktator juga terbuka terhadap risiko yang sangat tinggi dibenci oleh
    unitnya.
    b. Diktator juga tidak akan mengenyam manfaat kreativitas timnya. Jika seorang
    pengawas tidak tahu apa-apa tentang status dan sasaran-sasaran tim, para
    anggota tim tidak akan mampu memperlihatkan kemampuan terbaik mereka.
  2. Gaya kepemimpinan demokratis
    Pemimpin berusaha memastikan bahwa kelompoknya mendapatkan informasi
    memadai dan berpartisipasi dalam tujuan tim sebagai satu kesatuan. Artinya, sang
    pemimpin melakukan suatu kebijakan tidak cukup hanya berbicara, tetapi
    berdasarkan konstitusi atau peraturan yang telah disepakati bersama bukan
    berdasarkan kemauan sendiri atau kekuatan sendiri (kekerasan).
    Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut :
    a. Partisipasi
    Pemimpin melibatkan tim di dalam sebagian besar aspek bisnis, memastikan
    bahwa setiap anggota tim sama-sama menyadari apa yang sedang terjadi di
    seluruh unit.
    b. Mendorong perdebatan
    Pemimpin mengakui nilai perdebatan dan kompetisi dan mendorong para
    anggota tim untuk berperan serta dalam menyusun arah baru untuk unit
    mereka.
    c. Kekuasaan memveto
    Kekuasaan mutlak sang pemimpin yang mempunyai gaya kepemimpinan ini
    mendapatkan tambahan sebutan “relatif”. Meskipun pemimpin mendorong
    adanya partisipasi, pada akhirnya dirinyalah yang membuat keputusan akhir
    atas.
  3. Gaya kepemimpinan kemitraan
    Ciri-ciri gaya kepemimpinan kemitraan adaalah :
    a. Kesejahteraan
    Pemimpin tidak lebih daripada anggota kelompok yang lain, seseorang yang
    mungkin memiliki pengalaman lebih, tentu saja, tetapi jugaseorang yang tidak
    menarik bobot yang lebih besar dibandingkan pribadi-pribadi lain dalam
    kelompok.
    b. Visi kelompok
    Semua anggota kelompok berpartisipasi dalam pembuatan keputusan dan
    dalam menetapkan arah untuk unit.
    c. Berbagi tanggung jawab
    Semua anggota kelompok berpartisipasi dalam pembuatan keputusan dan
    dalam menetapkan arah untuk unit.
  4. Gaya kepemimpinan transformasional
    Gaya kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang
    digunakan oleh seseorang manajer bila ia ingin suatu kelompok melebarkan
    batas dan memiliki kinerja melampaui status quo atau mencapai serangkaian
    sasaran organisasi yang sepenuhnya baru.
    Kelebihan gaya kepemimpinan transformasional :
    1) Pemimpin transformasional tidak menyukai kekuasaan secara penuh,
    sehingga mendelegasikan kekuasaan kepada pengikutnya dengan cara
    mengembangkan kemampuan dan rasa percaya diri bawahan, menciptakan
    tim- tim kerja yang bisa mengatur diri sendiri, dan meghilangkan pengawasan
    yang tidak perlu
    2) Pemimpin transformasional sering melatih bawahannya sehingga
    meningkatkan kinerja dan komitmen bawahan
    3) Pemimpin transformasional berpegang pada “tanggung jawab moral” yang
    memotivasi perubahan terhadap keinginan memenuhi kebutuhan pribadi
    menjadi keinginan untuk mencapai tujuan tim dan organisasi.
    4) Kepemimpinan transformasional sering ditemukan dan diterapkan pada
    berbagai tingkat pada orgnanisasi dan relevan untuk berbagai situasi serta
    cocok digunakan pada organisasi yang melakukan perubahan secara besarbesaran