Hambatan Komunikasi


Menurut Wursanto (Wursanto, 2005, hal. 171) Komunikasi dalam
organisasi tidak selamanya berjalan dengan mulus dan lancar seperti yang
diharapkan. Seringkali dijumpai dalam suatu organisasi terjadi salah pengertian
antara satu anggota dengan anggota lainnya atau antara atasan dengan bawahannya
mengenai pesan yang mereka sampaikan dalam berkomunikasi. Wursanto
(Wursanto, 2005, hal. 171) meringkas hambatan komunikasi terdiri dari tiga
macam, yaitu :

  1. Hambatan yang bersifat teknis
    Hambatan yang bersifat teknis adalah hambatan yang disebabkan oleh
    berbagai faktor, seperti :
    a. Kurangnya sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses komunikasi
    b. Penguasaan teknik dan metode berkomunikasi yang tidak sesuai
    c. Kondisi fisik yang tidak memungkinkan terjadinya proses komunikasiyang
    dibagi menjadi kondisi fisik manusia, kondisi fisik yang berhubungan dengan
    waktu atau situasi/ keadaan, dan kondisi peralatan
  2. Hambatan semantic
    Hambatan yang disebabkan kesalahan dalam menafsirkan, kesalahan
    dalam memberikan pengertian terhadap bahasa (kata-kata, kalimat, kode-kode)
    yang dipergunakan dalam proses komunikasi.
  3. Hambatan perilaku
    Hambatan perilaku disebut juga hambatan kemanusiaan. Hambatan yang
    disebabkan berbagai bentuk sikap atau perilaku, baik dari komunikator maupun
    komunikan. Hambatan perilaku tampak dalam berbagai bentuk, seperti :
    a. Pandangan yang sifatnya apriori
    b. Prasangka yang didasarkan pada emosi
    c. Suasana otoriter
    d. Ketidakmauan untuk berubah
    e. Sifat yang egosentris