Dimensi Komitmen Organisasi


Meyer dan Allen (dalam Ritama, 2014 : 73) menjelaskan terdapat tiga
dimensi komitmen organisasi, yaitu :

  1. Affective commitment (komitmen afektif)
    keterikatan emosional, identifikasi, dan keterlibatan dalam suatu organisasi;
    Komitmen afektif menunjukkan kuatnya keinginan seseorang untuk terus bekerja
    bagi suatu organisasi atau perusahaan karena ia memang ingin bersama dengan
    organisasi itu.
  2. Continuance commitment
    jika dibandingkan dengan komitmen afektif, komitmen continuance ini
    lebih terbuka. Continuance commitment berkaitan dengan konsep side-bets
    orientation yang menekankan pada sumbangan seseorang yang sewaktu-waktu
    dapat hilang jika orang itu meninggalkan organisasi.Tindakan meninggalkan
    organisasi menjadi sesuatu yang beresiko tinggi karena orang merasa takut akan
    kehilangan sumbangan yang mereka tanamkan pada organisasi itu dan menyadari
    bahwa mereka tak mungkin mencari gantinya. Komitmen ini lebih menjelaskan
    persepsi karyawan tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan
    organisasi.
  3. Normative commitment
    Komitmen normative adalah sesuatu yang menunjukkan kepada tingkat
    seberapa jauh seseorang secara psikologis terikat untuk menjadi karyawan dari
    sebuah organisasi yang didasarkan kepada perasaan seperti kesetiaan, affeksi,
    kehangatan, pemilikan, kebanggaan, kebahagiaan, dan lain-lain.Komitmen
    normatif bisa dipengaruhi beberapa aspek antara lain sosialisasi awal dan bentuk
    peran seseorang dari pengalaman organisasinya. Keterkaitan yang kuat antara
    komitmen dan pemberdayaan disebabkan karena adanya keinginan dan kesiapan
    karyawan dalam organisasi untuk diberdayakan dengan menerima berbagai
    tantangan dan tanggung jawab.