Pengukuran Kinerja Karyawan


Untuk mengetahui tingkat kinerja perlu diketahui faktor-faktor yang
dapat diukur dari apa yang dihasilkan. Dharma (2000:154)
mengemukakan bahwa banyak cara pengukuran yang dapat digunakan
seperti penghematan, kesalahan dan sebagainya hampir seluruh cara
pengukuran prestasi mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1) Kuantitas jumlah yang harus diselesaikan.
2) Kualitas atau mutu yang dihasilkan (baik tidaknya).
3) Ketentuan waktu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan
(ketepatan waktu).
Menurut pendapat di atas, dalam melakukan pengukuran kinerja
hendaknya dipertimbangkan masalah kualitas hasil kerja, kuantitas
(jumlahnya), serta ketentuan waktunya. Jika kualitas, kuantitas, dan
waktu kerja dapat terpenuhi atau sesuai dengan standar yang ditetapkan
perusahaan berarti karyawan memiliki kinerja yang baik. Sebaliknya,
jika karyawan belum dapat memenuhi ketiga standar tersebut dapat
dikatakan bahwa karyawan tersebut belum memiliki kinerja yang baik.
Mathis dan Jackson (2002:78) juga mengemukakan bahwa kinerja dapat
diukur melalui:
1) Kuantitas output
2) Kualitas output
3) Jangka waktu output
4) Kehadiran di tempat kerja
5) Sikap kooperatif