Definisi Budaya Organisasi


Budaya organisasi sangatlah penting karena budaya organisasi
adalah sistem yang dipercayai dan dikembangkan oleh organisasi itu
sendiri, hal tersebut menunjukan budaya organisasi terbentuk dengan
adanya kebiasaan-kebiasaan perilaku anggota organisasi untuk
mencapai suatu tujuan (Schuler, Jackson, 1997).
Menurut Robbins (2013) Budaya organisasi merupakan
penyebarluasan nilai-nilai dominan pada suatu organisasi serta sebagai
filosofi kerja karyawan. Kesuksesan dalam menjalankan budaya
organisasi tergantung bagaimana kecocokan nilai-nilai yang dianut
oleh karyawan dengan nilai yang menyangkut organisasi. Hal ini
didukung dalam Susanto (1997, dalam Delviyandri, Aziz, 2010) yang
menyatakan budaya ialah landasan nilai-nilai pokok sumber daya
manusia dalam menghadapi permasalah eksternal dan internal
perusahaan dalam penyesuaian, sehingga karyawan perlu memahami
nilai-nilai yang tersedia dan bagaimana tindakan yang perlu
dilakukan.
Budaya organisasi haruslah berlandaskan pada visi dan misi
perusahaan tersebut, sehingga perilaku karyawan tidak bersinggungan
dengan tujuan perusahaan. Budaya organisasi dapat dibentuk melalui
kebijakan-kebijakan yang dibangun di sebuah organisasi. Menurut
Nurtjahjani dan Masreviastuti (2007, dalam Taurisa, Ratnawati, 2012)
dengan menciptakan, mempertahankan dan memperkuat budaya
organisasi serta disosialisasikan ke karyawan maka budaya organisasi
berfungsi secara optimal.
Budaya organisasi sering digambarkan dalam arti dimilki
bersama. Dengan beberapa latar belakang yang berbeda, entah itu dari
mitos-mitos, ritual-ritual, simbol-simbol atau hal yang lainnya, bisa
membentuk budaya organisasi itu sendiri (Edison, dkk, 2017). maka
dari itu, setiap organisasi memilki budaya berbeda-beda, tergantung
bagaimana budaya itu itu terbentuk. Dapat terbentuk karena kebijakan
perusahaan yang berlandaskan visi dan misi perusahaan, tujuan
perusahaan, perilaku anggota organisasi dan lingkungan organisasi
manufatur, jasa dan trading. Ketika sebuah organisasi memiliki sistem
asumsi dasar yang jelas yang dijalankan oleh anggotanya maka dapat
dikatakan sebuah organisasi tersebut telah mempunyai budaya
organisasi.
Budaya memiliki efek yang kuat dan semakin besar pada
prestasi kerja organisasi (Rivai dan Mulyadi, 2012), diantaranya,
yaitu:
1) Budaya perusahaan berdampak signifikan pada pretasi kerja
ekonomi perusahaan dalam panjang.
2) Budaya perusahaaan menjadi faktor penting dalam penentuan
sukses dan gagalnya suatu perusahaan di masa depan.
3) Dalam jangka panjang prestasi keuangan budaya perusahaan
dapat menjadi penghambat tetapi mudah untuk perkembangan
budaya.