McKenna (2012:63) mendefinisikan budaya organisasi sebagai suatu pola
asumsi mendasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan dalam suatu
kelompok. Definisi lain juga diungkapkan oleh McKenna (2012:63) mengenai
budaya organisasi sebagai suatu nilai yang diterima oleh suatu kelompok dan
digunakan sebagai acuan dalam bertindak. Sementara Pawirosumarto et.al., (2017)
menambahkan bahwa budaya ini dimiliki oleh organisasi sebagai pembeda antara
organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.
Berdasarkan teori-teori di atas, dapat diartikan bahwa dalam penelitian ini
budaya organisasi adalah suatu nilai yang dipahami dan diyakini dalam organisasi
sebagai suatu sistem pengikat yang membedakan suatu organisasi dengan
organisasi lainnya sekaligus sebagai pedoman untuk anggotanya dalam berperilaku
saat bekerja. Pada dasarnya, budaya adalah alat manajemen perilaku yang efektif
karena membantu karyawan melakukan pekerjaan yang lebih baik. Oleh karena itu,
semua karyawan pada tahap awal karir perlu memahami budaya organisasi
perusahaan dan bagaimana budaya ini diberlakukan di perusahaan.
Pabundu (2014:14) mengemukakan beberapa fungsi budaya organisasi dalam
suatu organisasi, yaitu:
- Sebagai pembeda dengan organisasi lain
- Sebagai pengikat tiap anggotanya.
- Mempromosikan stabilitas sosial.
- Sebagai acuan bersikap anggotanya.
- Sebagai pemersatu anggota yang berbeda beda.
- Sebagai pembentuk perilaku.
- Sebagai acuan dalam menyelesaikan masalah.
- Sebagai acuan penyusunan perencanaan organisasi.
- Sebagai alat komunikasi antar anggota.
McKenna (2012:65) memaparkan empat jenis budaya organisasi, yaitu: - Budaya Kekuasaan (Power Culture)
Budaya ini menggambarkan budaya perusahaan yang pimpinannya
menggunakan kekuasaan dengan cara memerintah. Budaya ini diyakini akan
membentuk karyawan bermental tegas dan kuat serta meningkatkan
profesionalisme perusahaan. - Budaya Peran (Role Culture)
Budaya ini menggambarkan birokrasi perusahaan seperti peraturan dan
rantai komando. Budaya ini diyakini mampu menstabilkan sistem dalam
perusahaan berkat kejelasan peran/jabatan karyawannya. - Budaya Pendukung (Support Culture)
Budaya ini menggambarkan adanya komunitas yang dibentuk oleh
karyawan dan disetujui oleh perusahaan untuk mendukung karyawan- yang
ingin mengusahakan integrasi dan persamaan nilai perusahaan. - Budaya Prestasi (Achievement Culture)
