Pengendalian Kualitas


Pengendalian mutu merupakan salah satu fungsi penting perusahaan,
sehingga menurut Safrizal, pada tahun 2016 kegiatan tersebut ditangani langsung
oleh bagian pengendalian mutu perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan
pengendalian kualitas untuk mengontrol bahan baku, proses produksi, dan produk
yang siap dipasarkan. Menurut Redzky, pada 2017, hasil produk atau layanan
terbaik tidak hanya dari kebutuhan produsen, tetapi juga dari ekspektasi konsumen.
Permintaan konsumen yang paling mendasar adalah saat produk yang diterima
konsumen dalam kondisi terbaik atau tanpa cacat. Untuk mendapatkan produk
dengan kualitas terbaik tentunya kita membutuhkan prosedur quality control.
Pengendalian kualitas produk merupakan langkah untuk meminimalkan
kemungkinan terjadinya cacat atau kegagalan pada produk akhir. Oleh karena itu,
jika produsen tidak menerapkan parameter yang jelas, maka akan menimbulkan
potensi kerugian bagi perusahaan, yang terjadi karena kesalahan yang tidak
diketahui (bagaimana dimulainya). Purnomo menyatakan pada tahun 2018, kualitas
produk mengacu pada kondisi fisik, fungsi dan sifat produk yang dapat memenuhi
kebutuhan dan kebutuhan konsumen berdasarkan nilai mata uang yang dikeluarkan.
Apabila pengendalian mutu dapat dilakukan dengan benar dan benar pada saat
terjadi masalah, dapat dijadikan acuan untuk perbaikan proses produksi selanjutnya.
Oleh karena itu produk yang dihasilkan memiliki karakteristik yang sangat baik
sehingga memiliki harga yang tinggi dan mampu bersaing dengan produk lainnya.
Menurut Safrizal (2016) “pengendalian kualitas merupakan alat penting
bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan,
mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah barang yang
rusak”. Dapat juga dijelaskan bahwa kualitas merupakan upaya yang dilakukan oleh
produsen untuk memenuhi kepuasan konsumen sesuai dengan persyaratan Hendy
Tannady (2015). Kualitas ini tergantung pada kalimat atau kata dimana istilah
“kualitas” digunakan dan siapa yang menggunakan istilah tersebut. Menurut Assauri
dalam Safurisal (2016).
Kualitas yang dianggap penting untuk kepuasan konsumen juga harus
dikelola dengan baik. Perusahaan harus merumuskan spesifikasi berdasarkan
harapan konsumen dan juga harus mempertimbangkan faktor penentu kualitas.
Assauri mengemukakan beberapa faktor yang terkait dengan tingkat kualitas dalam
Safrizal (2016), antara lain:
a. Fungsi suatu barang
Terlihat dari spesifikasi artikel bahwa kualitas yang dibuat sesuai fungsinya
sesuai dengan tujuan dan kebutuhan artikel seperti kegunaan, daya tahan,
kemudahan perawatan, bobot, suara, dan kehandalan..
b. Wujud luar
Dimana konsumen melihat barang ini berdasarkan dari wujud luar barang atau
lebih tepatnya pada kemasan barang. Faktor wujud luar barang tidak hanya
pada bentuk atau kemasan luarnya, tetapi pada warna dan juga susunannya.
c. Biaya barang
Biasanya barang dengan harga tinggi akan mendapatkan kualitas yang baik,
namun sebaliknya jika mendapatkan barang dengan harga murah maka
kualitasnya juga akan semakin rendah. Karena harga produk menentukan
kualitas produk