Dimensi Kualitas


Gavin dalam Walujo, dkk., (2020), mengemukakan delapan dimensi kualitas
yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik kualitas produk, yaitu
sebagai berikut:

  1. Kinerja (Performance)
    Performa produk adalah karakteristik fungsional terpenting dari produk inti dan
    dapat didefinisikan sebagai kinerja produk yang sebenarnya. Kinerja produk
    mencerminkan bagaimana cara suatu produk disajikan kepada konsumen.
    Tingkat pengukuran kinerja mengacu pada pengoperasian fungsi dasar produk.
    Suatu produk dinilai baik jika dapat memenuhi harapan dan ekspektasi
    konsumen. Untuk setiap produk atau jasa, pengukuran dimensi kinerja dapat
    berbeda tergantung pada nilai fungsional yang dijanjikan oleh perusahaan.
  2. Keistimewaan Tambahan (Feature)
    Feature adalah karakteristik sekunder atau pelengkap dan dapat didefinisikan
    sebagai tingkat kelengkapan karakteristik yang ada pada suatu produk. Pada
    beberapa titik, performa masing-masing merek memiliki ukuran yang hampir
    sama, namun terdapat perbedaan yang terletak pada fiturnya. Hal ini juga
    mengarah pada ekspektasi konsumen terhadap performance yang relatif
    homogen dan feature yang relatif heterogen.
  3. Keandalan (Reliability)
    Keandalan adalah tingkat keterbatasan produk atau konsistensi keandalan
    produk dalam pengoperasiannya di mata konsumen. Keandalan produk juga
    mengukur kemungkinan bahwa produk tidak akan rusak atau gagal fungsi dalam
    jangka waktu tertentu. Keandalan menunjukkan kemungkinan bahwa produk
    akan melakukan tugasnya dengan baik tanpa hambatan. Suatu produk dikatakan
    sangat handal jika dapat menimbulkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas
    produk tersebut.
  4. Kesesuaian (Conformance)
    Kesesuaian mengacu pada sejauh mana karakteristik desain dan fungsional
    memenuhi standar yang ditentukan dan dapat didefinisikan sebagai sejauh mana
    semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi persyaratan target yang
    dijanjikan. Definisi di atas dapat dijelaskan dengan mengatakan bahwa tingkat
    kesesuaian suatu produk dinilai akurat apabila produk yang dipasarkan oleh
    produsen sesuai dengan rencana perusahaan, yang berarti merupakan jenis
    produk yang diinginkan oleh mayoritas konsumen.
  5. Daya Tahan (Durability)
    Daya tahan mengacu pada berapa lama suatu produk dapat terus digunakan dan
    dapat didefinisikan sebagai ukuran perkiraan umur produk dalam kondisi
    normal. Dimensi ini meliputi umur teknis dan umur ekonomis. Semakin sering
    konsumen menggunakan produk, semakin lama umur simpan produk tersebut.
  6. Kemampuan Pelayanan (Service Ability)
    Service ability meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, kemudahan
    perbaikan dan penanganan keluhan yang memuaskan dan dapat didefinisikan
    sebagai ukuran kemampuan perbaikan produk yang rusak atau cacat. Artinya,
    jika terjadi kerusakan atau kegagalan produk, perbaikan produk yang andal
    dijamin, sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.
  7. Estetika (Aesthetics)
    Estetika adalah keindahan suatu produk melalui panca indera dan dapat
    didefinisikan sebagai karakteristik yang berhubungan dengan produk seperti
    warna, desain atau rancangan, bentuk, rasa, aroma dan lain-lain. Pada dasarnya
    estetika merupakan unsur yang melengkapi fungsi dasar suatu produk
    sedemikian rupa sehingga penampilan produk di hadapan konsumen menjadi
    lebih menarik.
  8. Kualitas yang Dipersepsikan (Perceived Quality)
    Kualitas yang dipersepsikan berarti pandangan konsumen terhadap keseluruhan
    kualitas atau keunggulan produk. Karena pembeli pada umumnya tidak
    mengetahui karakteristik atau kualitas produk yang dibeli, maka pembeli
    memandang kualitas produk dari perspektif harga, merek, periklanan, reputasi
    perusahaan, dan produsen.