Budaya organisasi adalah suatu pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan
atau dikembangkan oleh kelompok tertentu sebagai pembelajaran untuk mengatasi
masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal yang resmi dan terlaksana
dengan baik dan oleh karena itu diajarkan/diwariskan kepada anggota-anggota
baru sebagai cara yang tepat memahami, memikirkan, dan merasakan terkait
dengan masalah tersebut (Schein dalam Tika, 2006).
Sementara itu variabel budaya organisasi ini secara operasional diukur dengan
menggunakan 6 (enam) indikator yang diadopsi dari karakteristik budaya
organisasi menurut Robbins (1990) dalam Brahmasari (2004), yaitu: (1) Nilainilai organisasi, (2) Dukungan manajemen, (3) Sistem imbalan, (4) Toleransi
dalam berbagi kesalahan sebagai peluang untuk belajar, (5) Orientasi pada rincian
(detil) pekerjaan, (6) Orientasi pada tim
