Dalam penelitian ini jenis lingkungan kerja yang digunakan hanya lingkungan
kerja non-fisik.Secara umum lingkungan kerja non-fisik sering disebut lingkungan
psikososial yang memiliki arti yaitu lingkungan yang mengacu pada interaksi
antara lingkungan dan kondisi kerja, kondisi organisasi, fungsidan isi dari
pekerjaan, usaha, karakteristik individu pekerja serta orang-orang dari anggota
keluarga mereka (Vischer, 2008).
Definisi lainnya mengenai lingkungan kerja non-fisik adalah semua keadaan
yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan
maupun hubungan dengan bawahan sesama rekan kerja, ataupun hubungan
dengan bawahan. Didalam lingkungan kerja non-fisik ada 5 aspek lingkungan
kerja non fisik yang bisa mempengaruhi perilaku karyawan, yaitu:
- Struktur kerja, yaitu sejauh mana bahwa pekerjaan yang diberikankepadanya
memiliki struktur kerja dan organisasi yang baik. - Tanggung jawab kerja, yaitu sejauh mana pekerja merasakan bahwa pekerjaan
mengerti tanggung jawab mereka serta bertanggung jawab atas tindakan
mereka. - Perhatian dan dukungan pemimpin, yaitu sejauh mana karyawan merasakan
bahwa pimpinan sering memberikan pengarahan, keyakinan, perhatian serta
menghargai mereka. - Kerja sama antar kelompok, yaitu sejauh mana karyawan merasakan ada
kerjasama yang baik diantara kelompok kerja yang ada. - Kelancaran komunikasi, yaitu sejauh mana karyawan merasakan adanya
komunikasi yang baik, terbuka, dan lancar, baik antara teman sekerja ataupun
dengan pimpinan
