Menurut Robbins yang dialih bahasakan oleh Molan (2010:46),
karakteristik individu mencakup usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status
perkawinan, dan masa kerja dalam organisasi.
- Umur
Hubungan kinerja dengan umur sangat erat kaitannya, alasannya adalah
adanya keyakinan yang meluas bahwa kinerja merosot dengan
meningkatnya usia. Pada karyawan yang berumur tua juga dianggap
kurang luwes dan menolak teknologi baru. Namun di lain pihak ada
sejumlah kualitas positif yang ada pada karyawan yang lebih tua,
meliputi pengalaman, pertimbangan, etika kerja yang kuat, dan
komitmen terhadap mutu. Karyawan yang lebih muda cenderung
mempunyai fisik yang kuat, sehingga diharapkan dapat bekerja keras dan
pada umumnya mereka belum berkeluarga atau bila sudah berkeluarga
anaknya relatif masih sedikit. Karyawan yang lebih tua kecil
kemungkinan akan berhenti karena masa kerja mereka yang lebih
panjang cenderung memberikan kepada mereka tingkat upah yang lebih
tinggi, liburan dengan upah yang lebih panjang, dan tunjangan pensiun
yang lebih menarik. - Jenis Kelamin
Tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam
kemampuan memecahkan masalah, ketrampilan analisis, dorongan
kompetitif, motivasi, sosiabilitas, atau kemampuan belajar. Namun studistudi psikologi telah menemukan bahwa wanita lebih bersedia untuk
mematuhi wewenang, dan pria lebih agresif dan lebih besar
kemungkinannya daripada wanita dalam memiliki pengharapan untuk
sukses. Bukti yang konsisten juga menyatakan bahwa wanita mempunyai
tingkat kemangkiran yang lebih tinggi daripada pria. - Masa Kerja
Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan positif. Memang, ketika usia
dan masa kerja diperlakkan secara terpisah, tampaknya masa kerja akan
menjadi indikator perkiraan yang lebih konsisten dan mantap atas
kepuasan kerja daripada usia kronologis. Masa kerja yang lama akan
cenderung membuat seorang karyawan lebih merasa betah dalam suatu
organisasi, hal ini disebabkan diantaranya karena telah beradaptasi
dengan lingkungannya yang cukup lama sehingga seorang karyawan
akan merasa nyaman dengan pekerjaannya. Penyebab lain juga
dikarenakan adanya kebijakan dari instansi atau perusahaan mengenai
jaminan hidup dihari tua. - Tingkat Pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan mempengaruhi
pola pikir yang nantinya berdampak pada tingkat kepuasan kerja.
Pendapat lain juga menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkat
pendidikan maka tuntutan – tuntutan terhadap aspek – aspek kepuasan
kerja di tempat kerjanya akan semakin meningkat. - Status Perkawinan
Status perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan
seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga
yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Salah
satu riset menunjukkan bahwa karyawan yang menikah lebih sedikit
absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas
dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerjanya yang bujangan.
Pernikahan memaksakan peningkatan tanggung jawab yang dapat
membuat suatu pekerjaan yang tetap menjadi lebih berharga dan penting.
