Faktor – faktor Kepemimpinan Transformasional


Menurut Bass dalam Debby (2015) faktor–faktor
kepemimpinan transformasional adalah :

  1. Kharismatik (charismatic)
    Pemimpin yang memiliki visi yang jelas untuk organisasi
    dan dapat dengan mudah mengkomunikasikan visi tersebut
    kepada paraanggota tim. Pemimpin mendahulukan kepentingan
    perusahaan dan kepentingan orang lain dari kepentingan diri.
    Pemimpin sebagai pemimpin perusahaan bersedia memberikan
    pengorbanan untuk kepentingan perusahaan. Pemimpin
    menimbulkan kesan pada bawahannya bahwa pemimpin
    memiliki keahlian untuk melakukan tugas pekerjaannya,
    sehingga patut dihargai. Bawahan memiliki rasa bangga dan
    merasa tenang berada dekat dengan pimpinannya. Pemimpin
    juga dapat tenang menghadapi situasi yang kritikal, dan yakin
    dapat berhasil mengatasinya. Faktor kharismatik dapat
    diuraikan sebagai berikut :
    a. Pimpinan menjadikan karyawan merasa senang bila
    berada didekatnya.
    b. Pimpinan mampu menimbulkan rasa hormat karyawan
    kepadanya.
    c. Pimpinan membuat karyawan merasabangga menjadi
    rekan sekerjanya.
  2. Inspirasi (Inspirasional Motivation)
    Pemimpin mampu menimbulkan inspirasi pada
    bawahannya, antara lain dengan menentukan standar–standar
    tinggi, memberikan keyakinan bahwa tujuan dapat dicapai.
    Bawahan merasa mampu melakukan tugas pekerjaannya,
    mampu memberikan berbagai macam gagasan. Mereka merasa
    diberi inspirasi oleh pimpinannya. Faktor inspirasi dapat
    diuraikan sebagai berikut :
    a. Pimpinan mengembangkan cara–cara sederhana untuk
    mendorong atau memotivasi karyawan.
    b. Pimpinan menggunakan simbol dan imajinasi untuk
    memusatkan usaha yang karyawan lakukan.
    c. Pimpinan memberitahu tentang harapan–harapan prestasi
    kerja yang tinggi kepada karyawan.
  3. Rangsangan Kecerdasan (Intellectual Stimulation)
    Menggalakkan kecerdasan, rasionalitas, dan pemecahan
    masalah yang diteliti. Bawahan merasa bahwa pimpinan
    mendorong mereka untuk memikirkan kembali cara kerja
    mereka, untuk mencari cara–cara baru dalam melaksanakan
    tugas, mereka mendapatkan cara baru dalam mempersepsikan
    tugas–tugas mereka. Jadi, bawahan didorong untuk berpikir
    mengenai relevansi cara, sistem baru, kepercayaan, harapan dan
    didorong melakukan inovasi dalam menyelesaikan persoalan
    dan berkreasi untuk mengembangkan kemampuan diri serta
    didorong untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang
    menantang. Faktor rangsangan kecerdasan dapat diuraikan
    sebagai berikut :
    a. Pimpinan memberikan perhatian pribadi kepada
    karyawannya.
    b. Pimpinan mengetahui keinginan karyawan dan
    membantu untuk mendapatkannya.
    c. Pimpinan memberikan perhatian pada siapa saja yang
    lalai dalam pekerjaan.
  4. Perhatian Individu (Individualized Consideration)