Pengertian Kompensasi


Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memeroleh uang untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai
menghargai kerja keras dan semakin menunjukkan loyalitas terhadap
perusahaan dan karena itulah perusahaan memberikan penghargaan
terhadap prestasi kerja karyawan yaitu dengan jalan memberikan
kompensasi. Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja,
memotivasi dan meningkatkan kinerja para karyawan adalah melalui
kompensasi.
Kompensasi menurut H. Suwatno (2016: 232), merupakan pengganti
atas jasa yang telah diberikan berupa upah atau gaji. Upah atau gaji
merupakan suatu faktor yang sangat penting bagi karyawan, karena
bagaimanapun juga upah atau gaji merupakan sumber utama kelangsungan
hidupnya.
Kompensasi menurut Achmad S. Ruky (2016: 6), sama dengan
renumerasi yang berarti semua yang diterima atau dinikmati oleh karyawan
seperti uang tunai natura, pelayanan, fasilitas, dan lain-lain dari pemberi
kerja sebagai imbalan untuk jasa yang dilakukan pekerja. Sedangkan,
kompensasi menurut Dewi Hanggraeni (2012: 139), kompensasi adalah
segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa yang
diberikan oleh organisasi atas pekerjaan yang telah dilakukan. Apabila tidak
dikelola dengan baik bisa mengakibatkan pay dissatisfication yaitu perasaan
ketidakpuasaan karyawan atas balas jasa yang diterimanya”.
Pay dissatisfication menurut Dewi Hanggraeni (2012: 139), bisa
berdampak pada:
(1) Penurunan kinerja
(2) Pemogokan
(3) Tingkat ketidakhadiran yang tinggi
(4) Turnover karyawan yang tinggi
(5) Rendahnya komitmen terhadap perusahaan
Program-program kompensasi menurut T. Hani Handoko (2014: 155),
penting bagi perusahaan karena mencerminkan upaya perusahaan untuk
mempertahankan sumber daya manusianya. Disamping itu kompensasi
(dalam bentuk pengupahan dan balas jasa lainnya) merupakan kompenenkomponen biaya yang paling besar dan penting. Bila pengupahan dan
penggajian tidak diadministrasikan secara tepat, perusahaan bisa kehilangan
para karyawannya yang baik dan harus mengeluarkan biaya untuk menarik,
menyeleksi, melatih, dan mengembangkan penggantinya. Bahkan apabila
karyawan tidak keluar dari perusahaan, mereka mungkin manjadi tidak puas
terhadap perusahaan dan menurunkan produktivitas mereka.