Lingkungan kerja di dalam suatu perusahaan krusial untuk di perhatikan
oleh manajemen. Meskipun kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam
suatu perusahaan, namun faktor yang paling penting dan besar pengaruhnya, tapi
banyak perusahaan yang sama saat ini kurang memperhatikan faktor ini.
Lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap para pegawai, dimana
lingkungan kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan. Sebaliknya lingkungan
kerja yang tidak memadai bisa akan menurunkan kinerja.
Menurut Mangkunegara, (2017) dalam Budiasa, (2021: 39), lingkungan
kerja merupakan keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan
sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya serta pengaturan kerjanya
baik sebagai perseorangan maupun kelompok.
Dengan lingkungan kerja yang baik karyawan akan betah bekerja di
perusahaan atau organisasi tersebut, seperti soal musik yang merdu, meskipun
kelihatannya remeh, tapi ternyata besar pengaruhnya terhadap efektivitas dan
efisiensi pelaksanaan tugas.
Mardiani, (2021: 986) berpendapat bahwa lingkungan kerja adalah segala
sesuatu yang terdapat sekitar pegawai yang dapat memengaruhi dalam
melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Lingkungan kerja terdiri
atas dua jenis yaitu lingkungan kerja fisik dan non fisik. Lingkungan kerja fisik
adalah semua kondisi di sekitar tempat kerja yang memengaruhi karyawan baik
secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan lingkungan kerja non fisik
adalah segala kondisi yang berhubungan dengan hubungan kerja, baik hubungan
dengan atasan maupun hubungan antar rekan kerja. Pegawai dapat
memaksimalkan kinerjanya dengan dukungan lingkungan kerja yang sesuai.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan
kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat
memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas –tugas yang dibebankan.
