Kepuasan kerja merujuk pada sikap seseorang terhadap pekerjaannya.
Karyawan dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi menunjukkan sikap positif
terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini nampak dari sikap
karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu di lingkungan kerjanya.
Karyawan dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi biasanya mempunyai
catatan kehadiran, prestasi kerja, serta hubungan kerja yang baik dengan anggota
perusahaan lainnya. Sebaliknya, karyawan dengan tingkat kepuasan rendah akan
menunjukkan sikap negatif, baik terhadap pekerjaannya maupun terhadap
lingkungan kerjanya. Ketidakpuasan kerja seringkali menimbulkan keinginan
untuk keluar dari perusahaan.
Menurut As’ad, (2021: 75) kepuasan kerja merupakan emosi positif
kebahagiaan karena adanya penghargaan terhadap sebuah pekerjaan atau
pengalaman kerja. Elizabeth dan Akkariya, (2018: 87) mendefinisikan kepuasan
kerja adalah sikap atau perasaan positif karyawan positif karyawan terhadap
pekerjaannya. Ini adalah motivator yang sangat penting bagi karyawan untuk tetap
bertahan dalam suatu pekerjaan, dan dengan demikian juga dalam suatu
organisasi.
Zulkarnaen, W., dan Sofyan, Y., dalam Indrasari, (2017: 87)
menyebutkan bahwa kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang
memengaruhi kepuasan hidup karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan
ditempat kerja. Studi kepuasan kerja dan komitmen organisasi merupakan topik
yang menarik dan dapat dijadikan pertimbangan saat mengkaji model pergantian
karyawan. Dengan demikian, suatu perusahaan dituntut untuk dapat
mempertahankan karyawannya, seperti mampu memberikan balas jasa tinggi dan
memahami hal-hal yang mampu membuat karyawannya kerasan untuk tetap
bekerja tanpa menurunkan kinerja perusahaan tersebut secara keseluruhan (Aliya
dan Saragih, 2020).
Robbin menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap
pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan
yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima
(Indrasari, 2017).
Berdasarkan dari beberapa pengertian yang telah dijabarkan sebelumnya,
maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan perasaan atau sikap
emosional yang mendukung atau tidak mendukung, muncul karena pekerjaan
yang dilakukan, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.
Perasaan yang menyenangkan dapat muncul karena kondisi pekerjaan yang sesuai
dengan kemampuan diri dan kondisi dirinya serta beberapa faktor lain, sedangkan
sikap tidak menyenangkan dapat muncul karena stress kerja dan hal-hal lain yang
tidak sesuai dengan kemampuannya. Kepuasan kerja meliputi aspek – aspek
seperti gaji, atau gaji yang diterima, peluang pengembangan karir, hubungan
individu dengan individu yang lain, lokasi, jenis pekerjaan, struktur organisasi,
tata kelola perusahaan. Sedangkan perasaan yang berkaitan dengan diri sendiri
antara lain umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan tingkat pendidikan.
Karyawan akan merasa puas dalam bekerja apabila aspek pekerjaannya dan
dirinya menguntungkan dan sebaliknya jika tidak menguntungkan maka karyawan
tidak akan merasa tidak puas
