Manfaat Work-Life Balance


Menurut Hudson (2005) dalam Rahajeng et al., (2022: 53), mencapai
neurotisisme menghasilkan berbagai output yang dibagi menjadi dua kategori:
output yang terhubung dengan pekerjaan atau karier dan output yang tidak terkait
dengan karir. Berikut ini adalah fungsi work-life balance dalam ranah pekerjaan
atau karir:
1) Kepuasan Kerja
Work-life balance sangat terkait dengan kebahagiaan kerja, menurut
berbagai penelitian. Karyawan yang memiliki keseimbangan kehidupan
kerja yang baik lebih puas dengan pekerjaan mereka.
2) Komitmen terhadap Organisasi
Komitmen karyawan terhadap organisasi juga terkait dengan work-life
balance. Semakin baik keseimbangan kehidupan kerja karyawan, semakin
berkomitmen mereka terhadap perusahaan.
3) Kurangnya Turnover
Work-life balance sangat terkait dengan turnover karyawan. Keseimbangan
kehidupan kerja dan pergantian memiliki asosiasi negatif. Tingkat turnover
karyawan lebih rendah ketika karyawan memiliki keseimbangan kehidupan
kerja yang lebih baik.
1) Kurangnya Ketidakhadiran dari Pekerjaan
Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara keseimbangan
kehidupan kerja dan ketidakhadiran atau ketidakhadiran karyawan. Karena
hubungan mereka negatif, semakin baik keseimbangan kehidupan kerja
karyawan, semakin rendah tingkat ketidakhadiran mereka.
2) Kinerja
Work-life balance memiliki dampak substansial terhadap produktivitas
karyawan. Kinerja yang baik dicapai oleh seorang karyawan yang memiliki
keseimbangan kehidupan kerja yang solid.